Persatuan itu Pangkal Keberhasilan


Indonesia from Sabang to Merauke. Aceh and Wes...

Al ittihaadu asaasu an najaahi

Kita sebagai bangsa Indonesia pasti memahami betul mahfudzot ini. Beratus–ratus tahun perlawanan meraih kemerdekaan yang tidak juga berhasil akhirnya terwujud saat dari Sabang sampai Merauke menjadi satu.

Dan kita semua belajar setelah perjuangan panjang tersebut, seakan-akan persatuan itu hilang. Beberapa daerah ingin memerdekakan diri. Alasannya karena kemerdekaan telah diraih dan masing-masih merasa berhak untuk mengatur diri mereka sendiri.

Yang berada di jalur komando merasa berhak untuk mengatur segalanya. Sementara yang berada di lapangan merasa layak untuk diperhatikan dan dihargai. Jadinya setelah persatuan itu kemudian muncul perpecahan.

Dan tahukah kau kawan bahwa merasa berhak ini bahkan memecahkan persatuan orang-orang terbaik yang dimiliki oleh dunia ini.

Dikisahkan malam hari perang Badar, semua pasukan berkumpul. Mereka berdiskusi dengan sengit, tentang siapakah yang lebih berhak untuk mendapatkan harta rampasan perang.

Yang mengumpulkan, merasa lebih berhak mendapatkan lebih bahkan ingin mendapatkan semuanya. Pasukan yang bertugas melindungi Rasul merasa lebih berhak, karena dengan usaha mereka, Rasulullah masih selamat.

Yang ketiga adalah mereka yang memukul mundur dan mengejar musuh hingga tunggang langgang. Mereka tidak bisa mengambil harta rampasan karena mereka mengejar musuh.

Dan mereka yang mengambil harta rampasan itu sebenarnya berhutang kepada mereka yang berhadapan langsung dengan musuh. Bila mereka tidak ada bagaimana mungkin harta rampasan bisa dikumpulkan dengan tenang.

Di siang hari mereka berperang, mengorbankan jiwa dan raga, bersatu di bawah satu panji. Namun saat kemenangan datang, keuntungan di tangan godaan untuk menjadi yang lebih berhak muncul.

Lalu siapakah yang bisa menyatukan hati-hati manusia? “..Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Anfaal: 63)

Bila persatuan yang hakiki adalah persatuan yang dipersatukan oleh Allah maka keberhasilan yang hakiki adalah keberhasilan dengan dasar kecintaan yang sama pada Allah.

Wallahu a’lam

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s