Kekuatan Fokus yang Dicontohkan Hitachi


Super Hitachi Train

Inilah kekuatan Hitachi sebenarnya, bukan di TV dan produk lainnya

Sun Tzu mengatakan, “Dengan mengetahui pergerakan musuh dan mempertahankan pasukan kita sendiri tidak diketahui, kita bisa membuat pasukan kita fokus, sementara pasukan musuh harus dibagi.”

“Dan akibatnya, ada bagian dari pasukan musuh yang terpecah harus berhadapan dengan pasukan kita yang masih utuh. Dan bila pasukan kita yang unggul berhadapan dengan pasukan musuh yang lemah, maka mereka telah berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.”

Kawan, dalam dunia bisnis, bukan kau yang membuat pesaingmu membagi konsentrasi. Mereka sendiri yang melakukan. Mereka berpikir dengan memperbanyak produk dengan brand yang sudah terkenal, keuntungan akan mereka dapatkan.

Hitachi juga mengalami hal tersebut. Saat produk-produk rumah tangga yang berasal dari Jepang membanjiri seluruh dunia, seluruh pabrik di Jepang memecah konsentrasi mereka.

Semua membuat, TV, hape, Kulkas, pemutar musik. Padahal sebagian besar mereka tidak berasal dari sana. Tapi tahun berganti. Muncul Apple dengan produknya yang “insanely great.”

Melihat TV, mendengarkan radio, main game, browsing internet, bahkan menulis sekarang ini bisa dilakukan dengan menggunakan produk Apple. Para produsen Jepang kehilangan pasar mereka, bahkan di negeri mereka sendiri.

Hitachi melihat fenomena ini dan segera menata diri. Mereka tidak bisa lagi bersaing untuk membuat produk kebutuhan rumah tangga. Untuk itu mereka harus kembali lagi fokus pada yang mereka kuasai. Hal yang membuat mereka besar. Yakni teknologi industri berat.

Kereta api, Pembangkit listrik adalah awal kebesaran Hitachi. Dan kini mereka dipaksa kembali untuk fokus bila mereka tidak ingin berakhir seperti Sony, Panasonic dan Sharp yang diperkirakan akan mengalami kerugian karena ingin tetap bersaing dengan produk Apple.

4 thoughts on “Kekuatan Fokus yang Dicontohkan Hitachi

  1. keren mas. baru tahu kalau Hitachi sekarang ini sudah bermain di Kereta Api. perubahan besar.

    Kalau menilik dunia elektronik – terutama smartphone. paling enak melihat gimana Nokia dulu dan sekarang. Nokia yang menjadi raja smartphone dengan Symbian OS-nya, mulai kocar-kacir saat Samsung dengan rangkaian Galaxy phone-nya yang berbasis Android dan juga Apple dengan iOS. Namun perlahan (walau tidak drastis), Nokia berusaha meraih kembali kejayaannya melalui Windows Mobile.

    Sony, yang dulu sempat membeli Erricson untuk mobile divisionnya juga termasuk yang kocar-kacir dengan Apple dan Android. Bahkan sekarang pun, dia masih belum mampu kembali ke semula, di mana Sony terkenal dengan kekuatan musik dan kameranya, yang mana sekarang ini banyak diadopsi oleh Android dan Apple dengan baik.

    Fokus usaha dapat berubah dari waktu ke waktu – mengikuti perubahan yang ada di dunia ini. itu sih pendapat saya.

    • Kalo dari artikel yang saya dapat dari Times, Hitachi dulunya dah di kereta api. cuma ikut-ikut bikin consumer goods, karena booming aja. sekarang waktu ada Apple, mereka sudah pede duluan bilang, “kita tidak bisa bersaing di sini, lebih baik kita bersaing di bidang yang membuat kita besar, industri berat.”

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s