Tidak Menjadikan Mereka Segmen Pasarmu Juga Penting


Asian Family Customers Shopping in The Super M...

Segmen pasarmu, Lelaki dewasa, wanita dewasa, remaja, anak-anak atau bayi?

Ini masih bercerita tentang diskusiku dengan seorang kawan tentang  marketing. Ia berbicara kepadaku tentang segmentasi. Ia berkata, “Sepertinya kami harus mulai melakukan segmentasi.”

“Tidak semua orang akan menyukai produkmu. Nah daripada memaksa orang untuk membeli produkmu, yang tentunya itu akan mengeluarkan banyak biaya, kenapa kita tidak memilih dari awal siapa sebenarnya segmenmu.”

Segmen itu memilih dari sekian banyak calong pelanggan yang tersebar di jagat raya, siapa yang akan kita jadikan sasaran sehingga ia benar-benar mau menjadi pelanggan kita.

Dalam perkembangan yang terbaru, misal di dunia sosial media, segmentasi ini disebut dengan persona. Segmentasi ini kita sendiri yang menentukan dan bisa berdasarkan jumlah uang yang mereka miliki, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan lain sebagainya.

Kebutuhan manula tentu saja berbeda dengan anak-anak, remaja apalagi di usia produktif. Begitu juga bila kemudian memasukkan jenis kelamin dan pekerjaan. Tentu saja ini kembali kepada masing-masing, siapakah sebenarnya calon pelanggan yang diinginkannya.

Tapi dalam pikiranku saat diskusi itu ada sesuatu yang tiba-tiba muncul. Menentukan segmen memang penting, tapi tidak menentukan segmen juga jauh lebih penting.

Karena kecenderungan yang dialami adalah produsen cenderung ingin menggarap semua segmen. Jadi meskipun segmen sudah ada tapi tetap tidak ada prioritas, semuanya ingin kita jadikan pelanggan. Tentunya dengan berbagai macam produk.

Akibatnya, dengan banyaknya segmen yang muncul, dan semuanya ingin diraih, maka sumber daya yang dibutuhkan haruslah besar. Padahlal tidak semua lembaga memilikinya.

Marilah kita mensepakati dua segmen saja yang digarap dan menghilangkan segmen-segmen yang lain. Karena sumberdaya kita terbatas, tangan kita hanya dua dan kepala kita satu.

Bagaimana menurutmu kawan?

6 thoughts on “Tidak Menjadikan Mereka Segmen Pasarmu Juga Penting

  1. wah… baca artikel mas jadi kepikiran nih.
    lagi ingin merengkuh semua bidang yang saya bisa – saya analogikan diri saya sendiri sebagai produk yang perlu saya jual. bagi saya, menjadi generalis, membuat saya kaya akan pengalaman dan pengetahuan.
    tapi kalau membaca artikel mas, hendaknya saya menjadi seorang spesialis dalam bidang tertentu kan? gimana mas enaknya? boleh kan sharing dikit di sini?

    • Ketika orang butuh pendapat soal penyakit mata, bisa saja dia konsultasi ke dokter umum, tapi pasti lebih baik dia konsultasi ke dokter mata. Untuk masalah Investasi, dia harus banyak belajar dari pengusaha yang ikut saham, tahu pergerakannya.
      Ketika milih Laptop saja, mereknya tidak jauh dari Apple, Toshiba, Lenovo, Dell, HP, padahal yang lain masih banyak lagi produsen yang belum dikenal. Nah untuk kasus yang “menjual diri” seperti Mas Ryan dan saya juga, terlebih dahulu harus tahu “What am I good at?”

      • ini yang jadi bahasan saya sama teman kuliah dulu.
        dia berprinsip harus menguasai satu bidang saja. dalami sedalam-dalamnya.
        tapi… kalau saya, pahami konsepnya. jalani konsepnya dan kembangkan konsepnya. kemudian cari konsep lainnya. hihihi.

        bingung juga sih mas. 😀 sepertinya memang harus mulai menata ulang semua pemikiran ini.

  2. Pingback: This Is My Strength | Inti Hidup

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s