Umar Tak Bisa Menyaingi Khalid dalam Memimpin Perang


Knights

Dalam kondisi perang, Khalid lebih superior dibandingkan Umar

“Kau tidak bisa menjadi siapapun yang kau inginkan” atau “kau bisa menjadi siapapun yang kau inginkan.” Menurutmu dari kedua ungkapan tersebut mana yang lebih enak didengar?

Tentu saja yang kedua, “kau bisa menjadi siapapun yang kau inginkan.” Karena kita sudah terbiasa mendengarkan bahwa kita bisa menjadi siapapun asalkan kita mau bekerja keras.

Tapi benarkah itu?

Aku sejak lama bertanya-tanya, kenapa Khalid bin Walid yang mendapatkan julukan pedang Allah yang selalu terhunus? Padahal yang kuat keislaman dan kecerdasannya adalah Umar.

Kenapa Hudzaifah yang diserahi Rasulullah amanah untuk mencatat nama-nama orang munafik? Kenapa bukan Umar atau Abu Bakar?

Dan kenapa Abu Dzar Al Ghifari tidak diperkenankan oleh Rasulullah untuk menjadi pemimpin, bahkan pemimpin dalam sebuah perjalanan?

Tidakkah mereka semua beriman? Tidakkah mereka semua memiliki kedekatan dengan Allah? Tidakkah mereka semua sahabat-sahabat mulia Rasulullah saw? Lalu mengapa Rasulullah membeda-bedakan mereka.

Maka aku meyakini jawabannya ialah bahwa kualitas para sahabat memang memiliki spesialisasi. Rasulullah menemukan itu dan menempatkan mereka pada posisi di mana bakat mereka menjadi cemerlang.

Dengan kata lain, dalam urusan peperangan, komandan terbaik adalah Khalid, bukan Umar dan Abu Bakar. Ahli Hukum dan pemerintahan terbaik adalah Umar, bukan Khalid atau Usamah bin Zaid. Dan begitu seterusnya.

Dan aku menemukannya kembali dalam buku Strengths Finder. Ada bakat berbeda yang sudah diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Bila mereka melatih dan menggunakan ini, mereka akan menjadi cemerlang.

Talent X Investment = Strength

Talent adalah cara berfikir, merasakan atau berperilaku. Investment adalah latihan, membangun keahlian, dan menambah keilmuan. Sedangkan strength adalah kemampuan bekerja dengan kualitas mendekati sempurna.

Bila diukur dengan skala 1 – 5 seseorang yang berlatih membangun kemampuan dengan gigih bernilai 5, namun jika nilai bakatnya hanya 2, maka kemampuan yang ia miliki berada pada nilai 10.

Tapi bagi orang yang berbakat dengan skor 5 dan melatih bakat tersebut dengan sungguh-sungguh dengan nilai 5, maka totalnya adalah 25. Sungguh hasilnya pastilah berbeda jauh antara yang berbakat dan tidak.

Umar dan Khalid mungkin memiliki nilai 5 untuk investment. Tapi dalam hal menghadapi peperangan dan kondisi yang tiba-tiba berubah sehingga butuh cepat mengambil keputusan, aku mengira Khalid memiliki nilai 5 dan Umar 4. Antara 25 dan 20, dalam kondisi genting seperti perang, sangatlah berpengaruh.

Sebaliknya dalam masalah hukum dan pemerintahan, Umar memiliki bakat 5 sementara Khalid mungkin berada pada nilai 2. Maka kemampuan Umar dalam hukum dan pemerintahan jauh lebih superior dibanding Khalid.

Dan aku yakin begitu juga dengan diriku dan dirimu. Sekarang tinggal mencari tahu apa bakatmu? Bagaimana melatihnya? Dan bagaimana menggunakannya dengan seksama.

Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s