Saat Ibu NU bertemu Ayah Muhammadiyah


Unity in Diversity

Bersatu dalam keberagaman

Alhamdulillah, segala puji hanya untukMu ya Allah yang telah membuatku terlahir dari rahim seorang ibu Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, segala puji hanya untukMu ya Allah yang telah menetapkanku menjadi seorang anak dari ayah Muhammadiyah.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mentakdirkanku ber-SD dan SMU di Perguruan Muhammadiyah. Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mentakdirkanku ber-SMP di LP Ma’arif Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mentakdirkanku bermimpi dan mencicipi Gontor yang tak bergolongan.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menentukan kakak kelasku untuk menunjukkan keteguhan seorang salafi. Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menunjukkan karakter pejuang hizbut tahrir dari adik kelasku. Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menetapkanku untuk bersama saudaraku dalam tarbiyah.

Walaupun aku pernah marah pada ayahku karena menyuruhku ikut tahlilan. Tapi aku tak pernah sedih saat dulu (alm) ibuku meninabobokkanku dengan sholawat. Dan segala puji hanya bagimu ya Allah sehingga aku menyenangi sejarah-sejarah mereka di masa lalu.

Aku bisa memahami bagaimana keteguhan aqidah dan ittiba’ seorang salafi dan muhammadiyah sehingga mereka enggan melakukan yang tak berdasar. Tapi aku juga bisa mengerti tingginya kecintaan pada Rasul dan keluarganya, para kyai dan guru dari para Nahdliyin yang begitu tulus dan besar.

Aku bersyukur kau memberikanku nikmat persatuan dan persaudaraan dalam Tarbiyah Islamiyah. Sesungguhnya persatuan itu indah. Tapi bersatu itu terwujud dengan pengorbanan. Mungkin saat ini aku baru bisa memahami. Tapi aku tetap berharap bisa menjadi pelaku persatuan Islami.

Syukurku kepadamu ya Allah yang membuatku tak sampai membuatku emosi dengan debat di masjid kami yang penuh dengan warna golongan. Aku melihat sosok ibuku di jama’ah nahdliyin, dan aku melihat sosok ayahku pada orang muhammadiyah. Pujian hanya bagiMu yang membuat hidupku penuh warna.

Wallahu a’lam

4 thoughts on “Saat Ibu NU bertemu Ayah Muhammadiyah

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s