Keselamatan Manusia itu ada dalam Menjaga Lidah


menjaga lidahAda banyak peribahasa yang mengungkapkan hal yang sama sebagaimana di atas. Ada yang mengatakan, “diam itu emas,” ada juga ungkapan “mulutmu adalah harimaumu.” Semua itu menggambarkan makna yang kurang lebih sama dengan judul di atas.

Tapi setelah kupikir-pikir sebenarnya mahfudzot di atas bukan mengajarkan agar kita lebih banyak diam. Tapi menjaga ucapan kita. Walaupun ada juga yang menyatakan bahwa bila kau tidak bisa berkata dengan baik lebih baik diam, tapi hal ini juga berarti bila kau bisa berkata baik, lebih baik kau bicara.

Diam itu bukan cara terbaik memecahkan masalah, walaupun terkadang diam bisa memecahkan masalah. Tapi ada banyak hal yang bisa kita perbaiki dengan berbicara. Karena derajat berbicara lebih tinggi dari pada mendiamkan permasalahan atau kemaksiatan yang terjadi.

Suatu kisah di negeri Antioch, tiga orang nabi telah diutus oleh Allah untuk mengabarkan dan mengajak penduduk dan pemimpin Antioch untuk menyembah Allah saja. Karena hanya Dialah yang layak dijadikan sesembahan bukan yang lain.

Tapi raja dan penduduknya malah mengancam para nabi itu. Bila mereka tidak berhenti berdakwah, maka mereka akan dijatuhi hukuman rajam. Di saat-saat genting seperti itu datanglah seseorang yang bila dilihat dari pandangan manusia, ia bukan orang yang mulia.

Ia orang yang biasa-biasa saja. Ia malah mengajak kaumnya untuk beriman sebagaimana iman para nabi yang telah mengajak mereka. Karena ia juga mengimani hal yang sama. Tidak mungkin ia mendiamkan masalah ini. Ia bukan termasuk orang yang durhaka kepada Allah swt.

Dan karena lisan, mereka berempat syahid dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhannya. Sementara yang berdusta, karena lisan, mereka hilang dari dunia, dan mendapat adzab abadi di neraka yang telah dijanjikan oleh Allah Tuhan alam semesta.

Dengan lisan orang beriman mendapat kebaikan dan balasan yang sempurna di surga. Dengan lisan pula orang yang durhakan hilang dari dunia dan mendapat adzab yang tak ada jedanya. Menjaga lisan adalah menggunakannya untuk kebaikan, kejujuran dan kemanfaatan. Wallahu a’lam

14 thoughts on “Keselamatan Manusia itu ada dalam Menjaga Lidah

  1. ane dari dulu sampe sekarang paling grogi kalo disuruh jadi pembicara… kenapa ya 😀

  2. dalam kasus lain: “luka disayat sembilu dapat disembuhkan, luka dikarenakan lidah payah menyembuhkan” oleh karena itu fikirkanlah terlebih dahulu sebelum berucap, jangan sampai tersinggung orang kanan-kiri, bukankah begitu mas? namun pada saat sekarang banyak orang yang berucap tanpa memikirkannya terlebih dahulu. serupa anak kecil yang langsung mengatakan yang terasa olehnya.

    begitulah dunia sekarang, menjaga lisan bukan perkara utama. sering terucap oleh mereka “ah.. biasa itu saat ini..!”

  3. Bagus tulisannya mas, penting sekali untuk menjaga lisan.
    Kadang orang yang hidup dalam keterbatasan toleransi dan ego yang besar biasanya ingin menang sendiri, dalam hal apapun. … thanks.

    • Matur nuwun mas, memang kadang dalam hal bicara juga ada syahwatnya sebagaimana njenengan sampaikan, ingin menang sendiri… Padahal kalau orang ngomong sendiri khan juga tidak baik..

  4. stuju om, dlm studi filsafat skrg pun dirumuskan prinsip “kritis, cerdas dan santun”
    kbenaran sklipun jika dsampaikan dgn tidak baik dan tidak santun akn berniali negatif 🙂

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s