Bagaimana Pemimpin Besar Menghasilkan Keputusan? Antara Abu Bakar, Umar, dan Opa Fergie


Alex Ferguson

Alex Ferguson (Photo credit: Wikipedia)

Hingar Bingar KPK dan PKS berganti sejenak dengan berita yang mengejutkan. Aku kecewa karena istriku yang lebih dulu tahu berita tentang mundurnya Opa Fergie dari manajer dan pelatih MU. Padahal dia tidak mendukung MU. Dia selalu menjadi oposisi saat MU melakoni laga. “Asalkan MU kalah,” ia senang. Tapi sudahlah.

Yang terpikirkan mundurnya sosok pelatih hebat ini adalah sebagaimana bergantinya puncak kepemimpinan dari Abu Bakar ke Umar, dan dari Umar ke Utsman. Bukan siapa yang menjadi pengganti, tapi apa yang disampaikan ketika pemimpin yang baik itu harus diganti.

Ketika Umar ditunjuk oleh Abu Bakar untuk menjadi Khalifah, maka yang terucap oleh Umar adalah, “Sungguh engkau telah memberikan beban yang berat kepada pengganti setelahmu wahai Abu Bakar.” Hal itu karena banyaknya jasa Abu Bakar bagi umat Islam, sehingga ia akan selalu dibandingkan.

Tapi begitu juga proses pergantian Umar. Abu Dzar berkata ketika Umar telah wafat karena ditikam, dan proses pergantian khalifah sedang berjalan, “Sungguh engkau telah membuat lelah penggantimu Umar, karena mereka akan dibandingkan dengan dirimu.”

Dan hingga kinipun, siapapun pemimpin Islam yang muncul akan senantiasa dibandingkan dengan Umar bin Khattab. Hal ini karena besar dan terasanya keadilan pemerintahan Islam di jaman Umar bin Khattab, yang bahkan kisahnya masih menjadi cerita-cerita kebanggaan di masa kini.

Begitu juga dengan MU, prestasi besar, melahirkan banyak bintang besar, akan selalu disematkan pada Sir Alex. Penggantinya akan selalu dibanding-bandingkan. Tapi tahukah kalian bagaimana sebenarnya pemimpin yang baik?

Dalam buku Why Great Leaders don’t Take Yes for An Answer, Pak Roberto, menyatakan, yang menjadi penting bagi seorang pemimpin adalah ia mengajarkan kepada orang yang ada di bawahnya cara menghasilkan keputusan yang baik.

Karena kondisi akan berbeda seiring berkembangnya waktu, keputusan bisa jadi akan berbeda, tapi cara menghasilkan keputusan yang baik, itulah yang sebenarnya menjadi petunjuk baik tidaknya kualitas pemimpin.

Rasulullah mengajarkan agar pemimpin selalu menggunakan pendakatan berdasar Qur’an dan Sunnah saat mengambil keputusan. Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali pun melakukan hal yang sama. Mereka mengambil keputusan berdasarkan panduan Qur’an dan Sunnah.

Kini bagaimana dengan umat Islam dan MU? Wallahu A’lam

4 thoughts on “Bagaimana Pemimpin Besar Menghasilkan Keputusan? Antara Abu Bakar, Umar, dan Opa Fergie

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s