Tidak Harus Yes Juga Tidak Mesti No, yang Penting Caranya


Why Great Leader dont take Yes for An AnswerSelesai sudah baca buku yang satu ini. Puas, dan bersemangat, itulah yang kudapatkan setelah aku membacanya. Ulasan tentang contoh-contoh kasus yang detil dan mengena membuatku kagum dengan sang penulis, seorang profesor Harvard Business School.

Buku ini menurutku layak mendapatkan nilai 10 dari 10. Bukunya memang “t-o-p-b-g-t.” Kalau komentar sebagaimana Pak Bondan Winarno, buku ini mendapatkan prediket “Maak Nyuus.” Sebuah buku yang sangat berharga bagi semua manusia.

Buku ini bercerita tentang bagaimana sebaiknya seorang pemimpin mengambil keputusan. Bukan tentang benar atau tidaknya keputusan yang diambil, tapi tentang bagaimana mereka berusaha mendapatkan keputusan itu. Bukan hasilnya yang penting tapi prosesnya.

Maka bila kau berkecimpung di dunia bisnis, organisasi nirlaba, dalam posisi manajer baik yang junior atau senior, apalagi dalam posisi sebagai pimpinan, buku ini wajib kau baca. Karena di dalamnya ada berbagai panduan untuk menghasilkan keputusan yang berkualitas.

“Konflik dalam pengambilan keputusan itu perlu.” Ya, meskipun bagi manusia di belahan dunia timur, konflik itu berarti permasalahan tersendiri, tapi bagi pemimpin yang sadar, konflik itu dibutuhkan. Keputusan-keputusan penting sangat butuh dengan konflik.

Bila dulu di KAMMI manajemen konflik itu identik dengan urusan pengaturan saat demonstrasi, maka di buku ini ada manajemen konflik yang sebenarnya. Manajemen konflik yang menghasilkan sebuah keputusan-keputusan yang efektif bagi sebuah organisasi, organisasi apapun itu.

Ilmu yang ada dalam buku ini adalah sebuah hikmah yang sangat berharga bagi umat Islam. Manajemen syuro’ yang efektif sehingga bisa mengikat semua peserta meski tidak semua setuju dengan hasil yang ditetapkan.

Bagaimana kawan? Tertarik?

Salah satu ungkapan yang kusukai dalam buku ini:“Anybody can become angry, that is easy; but to be angry with the right person, and to the right degree, and at the right time, and for the right purpose, and in the right way, that is not within everybody’s power. That is not easy.”—Aristotle

Judul Buku : Why Great Leaders don’t Take Yes for An Answer

Penulis: Michael A. Roberto

3 thoughts on “Tidak Harus Yes Juga Tidak Mesti No, yang Penting Caranya

    • di buku itu, penulisnya juga sadar ada keputusan-keputusan yang sebenarnya sudah diputuskan tapi butuh dirapatkan agar dapat image bahwa keputusan itu diputuskan bersama. Dan ada solusi untuk hal itu

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s