Sun Tzu tentang Bermanuver


My first Sony Sony Walkman WM 3000 from 1990

kemunculannya pertama kali, tidak ada pelanggan yang menginginkan

Sun Tzu berkata: Dalam peperangan, jendral mendapatkan mandat dari pemimpin negara. Setelah ia mendapatkan pasukan dan menyatukan kekuatannya, ia harus mampu mengharmonisasikan semua elemen yang ada sebelum mendirikan kemah.

Setelah itu, ada bermanuver dengan taktik, dan inilah yang paling sulit. Kesulitannya muncul karena harus merubah dari serangan rahasia menjadi serangan frontal, serta mengubah dari kekalahan menjadi kemenangan.

Seorang jendral yang cerdik, meski kalah dalam memulai pergerakan, dan mengambil jalur yang lebih jauh dan memutar, ia bisa memancing musuh untuk keluar dari jalurnya, sehingga ia bisa tiba terlebih dahulu di tempat tujuan.

Dalam bisnis, seorang direktur mandapatkan mandat dari pemilik perusahaan. Ia memiliki sekian banyak modal, baik dalam bentuk aset, karyawan dan uang tunai. Tapi bila ini tidak dikelola dengan baik, semua modal ini tak akan banyak membantu.

Oleh sebab itu sebelum ia bisa menggerakkan ia harus bisa menentukan tugas dan fungsi masing-masing modal tersebut. Ia harus bisa mengharmonisasikan semuanya. Barulah setelah itu ia bisa bergerak.

Dan bila sekarang sasaran perang itu adalah calon pelanggan, maka bisa jadi ia terlambat dalam memunculkan produk yang diinginkan oleh pelanggan. Tapi seorang pemimpin bisnis tidak boleh berhenti di sini.

Karena bila ia berhenti di keinginan pelanggan ia akan tetap jadi follower. Ia harus bisa mengarahkan pelanggan. Ia harus bisa menghadirkan produk yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh pelanggan.

Ford memberikan mobil dengan harga terjangkau oleh warga AS. Sony memberikan Walkman, Boeing memberikan Boeing 747. Itu semua belum terbayangkan sebelumnya.

Jangan terpaku meski kau datang terlambat, kesempatan itu masih ada.

6 thoughts on “Sun Tzu tentang Bermanuver

    • kurang lebih begitulah mas Ryan, jadi tidak harus menunggu apa yang diinginkan oleh pelanggan tapi membuat pelanggan menemukan keinginan atau kebutuhan saat produk kita muncul..

      • yang saya rasa paling cocok untuk ini mungkin Apple ya.
        Siapa sebenarnya yang punya kebutuhan untuk membayar sedemikian mahal hanya demi mobile connection di iphone, ipod dan produk lainnya. Inilah yang menjadikan apple sendiri premium. Atau malah sebaliknya ya? 😀 *bingung sendirian*

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s