HP, dari Visionary Company Menjadi Ordinary Company?


English: Meg Whitman

Ini nich, CEO baru HP, berjuang bangkit dari keterpurukan

Aku yang sebelumnya terkagum-kagum dengan HP kini harus terkaget-kaget. Karena memang akhir-akhir ini kondisi perusahaan yang terkenal dengan produksi laptop ini sedang mengalami gonjang-ganjing.

Meski sekarang banyak pengamat mengatakan bahwa Meg Whitman, CEO HP mulai Januari 2013 sepertinya akan mampu mengatasi masalah yang ada. Tapi yang jelas tidak ada yang bisa menjamin keberhasilannya.

Bagaimana mungkin perusahaan yang telah dijadikan sebuah bukti visionary company selama puluhan tahun kini harus menghadapi kenyataan pahit? Tercecer di antara kompetitor-kompetitornya.

Dan yang jelas aku jadi penasaran, mengapa hal seperti itu bisa terjadi? Dan meski belum banyak yang bisa kubaca, untuk sementara ini aku melihat ada beberapa kemungkinan.

Bisa jadi karena posisi yang telah menjadi pemimpin di bisnis komputer membuat mereka terlena. Produk mereka tidak lagi memiliki keunggulan teknis yang selama ini menjadi senjata berharga mereka.

Produk-produk baru mereka tidak jauh dengan produk-produk sebelumnya. Padahal sebelumnya, yang mereka utamakan adalah produk-produk yang memang layak diunggulkan. Di bisnis laptop mereka kalah bersaing dengan Dell.

Yang kedua adalah adanya perpecahan di dewan direksi. Berbeda memang kondisinya dengan kondisi masa-masa pendirinya, dewan direksi kini banyak berisi dengan intrik-intrik politik. Hal inilah yang membuat mereka menjadi sulit memberikan keputusan yang cepat dan tepat.

Dan selain kedua penyebab di atas, mungkin masih ada penyebab lain yang membuat mereka tak lagi berjaya, seperti dugaan penipuan dan masalah pelecehan seksual pimpinannya.

Apapun alasannya, mereka yang di atas bisa turun, yang turun bisa ke atas. Inti hidupnya ialah sebagaimana kata Steve Jobs, Stay Foolish, Stay Hungry, jangan pernah puas. Karena ketika kepuasan itu datang, maka sadarilah kehancuranmu akan mendekat.

4 thoughts on “HP, dari Visionary Company Menjadi Ordinary Company?

  1. Dalam dunia bisnis.. yg membuat bisa bertahan adalah inovasi yang tiada henti.
    Sedangkan Kaizen / Continuous Improvement, Customer Satisfaction itu hanya penguat dasar saja.

    • Memang betul Pak, perubahan itu tetap akan terjadi, jadi sudah menjadi wajar bagi bisnis untuk melakukan inovasi tiada henti, yang berhenti berinovasi biasanya tak berusia lama

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s