Penyakit Ilmu Adalah Lupa


Mind map

Aafatul ‘ilmi an nisyaan

Inilah yang sering digaungkan oleh para blogger macam Pak Lambang Sarib, Pak Iwan, Mas Ryan dan teman-teman lainnya. Karena sudah menjadi kodrat manusia untuk lupa, maka ilmu yang sering didapat juga akan terlupa.

Oleh sebab itu, penting bagi semua orang yang ingin melekatkan ilmunya untuk menulis. Ilmu apapun itu. Ketika dituliskan, ketika ia lupa, maka ia bisa kembali mengunjungi tulisan-tulisan yang dulu dibuatnya.

Selain itu, disadari atau tidak memori manusia itu terbatas. Dan salah satu yang membuat ingatan itu tetap ada adalah dengan menulis, karena setelah ia terpapar dengan ilmu yang ia baca, ia tambah lagi dengan paparan lain.

Dengan menulis, dia sekaligus harus membaca ulang, apalagi bila tulisan tersebut harus diedit terlebih dahulu. Berarti sudah tiga kali ia memaparkan diri dengan ilmu yang sama, lebih besar kemungkinannya untuk melekatkan ilmu.

Ngomong-ngomong soal ilmu dan lupa serta menulis untuk mengikatnya, menurutku ada dua cara efektif yang bisa digunakan untuk memperkuat ingatan tentang sebuah ilmu.

Cara yang pertama adalah dengan menuliskan dengan bentuk gambar. Ya, dalam bentuk gambar. Karena otak manusia memang memproses semua informasi dalam bentuk gambar. Dan muncullah mind mapping oleh Tony Buzan.

Itu sudah kucoba dulu waktu di kuliah. Hasilnya? Tidak perlu banyak buku catatan yang berlembar-lembar, tapi bisa lebih ingat, karena bentuknya gambar.

Yang kedua adalah dengan menjadikan ilmu menjadi cerita. Karena cerita itu cenderung memunculkan emosi, dan emosi membuat ilmu itu semakin melekat. Dan kau pasti masih mengingat dongeng bapakmu dulu khan? Itulah bukti kekuatan cerita.

Sebagaimana salah satu status anggota DPR pusat dari partai tertentu dengan “Melawan Lupa”. Bagaimana menurutmu kawan, apakah ada cara lain mengikat ilmu agar tidak terserang penyakit lupa?.

8 thoughts on “Penyakit Ilmu Adalah Lupa

  1. Mengikat ilmu itu simpel saja: setelah ilmu didapat (dengan membaca/mendengarkan), menuliskannya.

    Kalau ingin memperkaya, nilai lebih dari sekedar mengikat ilmu:
    Tuliskan, implementasikan, dan ajarkan, dapatkan feedback, evaluasi, menuliskannya kembali, implementasikan, ajarkan, … demikian seterusnya.

      • blog ini memang kesempatan untuk menuliskan kembali apa yang kita dapat dan moga-moga dapat memberi sebuah kesempatan ‘mengajar’ kepada yang lain.
        Tapi yang saya maksudkan adalah untuk yang langsung mas. Live in front of the audience. 😀

      • Kenapa gak mencoba ikut Indonesia Mengajar? atau mulai mencoba coaching gratisan…..? Saya juga kepikiran itu soalnya? ada nggak ya yang mau diisi pelatihan gratisan?

      • asik…
        kalau gitu mas saya masukin dalam list ya. hehehehe. 😀

        utk Indonesia Mengajar, masih belum bulat tekadnya mas.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s