Jika Jujur Keinginan Seseorang, Maka akan Jelaslah Jalannya


Image representing Sony as depicted in CrunchBase

walaupun kini tidak sesukses dulu, panduannya tetap bermanfaat

Sebenarnya mahfudzot ini pernah kusampaikan sebelumnya. Namun saat itu aku mengartikan shodaqo itu dengan kuat. Padahal shodaqo itu artinya jujur. Apa maksudnya jujur dalam keinginan?

Jujur menurutku adalah samanya antara apa yang ada di hati, di lisan dan tingkah laku. Itu adalah jujur. Berarti, keinginan yang jujur itu tidak hanya ada di dalam lisan, tapi juga memang berasal dari hati dan terlihat di tingkah laku.

Sebuah pelajaran yang sama dari buku Built To Last tentang perusahaan-perusahaan yang visioner (walaupun beberapanya sekarang bermasalah juga). Mereka menjadi besar karena memiliki core ideologi.

Ideologi mereka memang berasal dari dalam. Mereka tidak mencarinya di luar.  Core ideologi itu juga bukan sesuatu yang lip service. Mereka menjalaninya dengan seksama.

Berikut ini beberapa core ideologi perusahaan-perusahaan tersebut. IBM “Seek superiority in all we undertake; Spend a lot of time making customers happy”.  Ford, “Cars – especially cars for the average person”.

Sony, “elevation of the Japanese culture and national status; being a pioneer, doing the impossible”. Merck, “Preserving and improving human life; medicine is for the patient, not for the profits; imagination and innovation”.

Itu adalah ideologi mereka dan itu muncul saat mereka belum menjadi apa-apa. Dan kejujuran mereka selama bertahun-tahun memang tidak sekedar omdo (omong doang). Di level terendah seperti satpam dan cleaning service di Sony pun harus punya semangat doing the impossible.

Meminjam istilah dari Pak Heppy Trenggono, “Clarity is power”. Kejelasan dan menurutku kejujuran dalam tujuan adalah kekuatan yang besar. Bukan sekedar lip service dan tulisan dalam mission statement.

Bagaimana denganmu, sudahkah kau jujur dalam menapaki tujuanmu?

3 thoughts on “Jika Jujur Keinginan Seseorang, Maka akan Jelaslah Jalannya

  1. Pak, kalau ada yang seperti ini:
    ‘kejujuran itu tidak absolut. kejujuran bagi satu orang dapat menjadi kebohongan bagi orang lain’
    konteksnya sih saya juga masih belum tahu gimana nih.

  2. seperti meyakini apa yang benar-benar kita inginkan, begitukah? memang bener, apa yang dari dalem, walau hasilnya belum bisa dimanfaatkan banyak orang, tetep jadi karya yang punya ciri khas sendiri.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s