Kau Pasti Juga Geleng-Geleng Kepala Setelah Membaca Cerita Ini


Election count

di kampung-kampung di Bojonegoro satu suara bernilai Rp 200.000, bagaimana di kampungmu?

“Apa?? Aku terkejut dalam hati mendengar cerita itu. Benar-benar edan, orang menghamburkan uang ratusan juta rupiah, hanya demi sebuah kehormatan semu.” Tapi itulah yang terjadi kawan.

Ketika aku mudik ke kampung isteriku di Bojonegoro aku hanya termangut mendengar cerita kakak iparku. Untuk pilihan kepala desa atau lurah, politik uangnya benar-benar luar biasa.

Setiap warga yang memiliki hak pilih telah dibeli dengan Rp 200.000 dan itupun masih ditambah lagi dengan tiap keluarga mendapat tambahan Rp 1 juta. “Edan nggak tuh?!”

Lebih edan lagi, ternyata ketika aku bertanya, apakah lurah di sana mendapat gaji atau bayaran dari pemda. Jawabannya, “Tidak ada gaji, yang ada cuma dapat bengkok (tanah desa yang bisa dikelola oleh lurah dan diambil hasilnya).”

“Lha, terus itu calon-calon lurah itu dapat uang dari mana? Wong setelah jadi lurah juga ndak dapat bayaran?” tanyaku.

“Yo ngutang.”

Opo??! Ngutang?” Aku tambah tidak habis pikir. Dengan bayaran yang hanya bengkok, bagaimana dia bisa mengembalikan semua hutang saat pilihan lurah? Apa para calon lurah itu tidak punya otak semua ya?

Kepalaku bergeleng-geleng, dan sepertinya otak dalam kepalaku juga ikut bergeleng-geleng. Apa orang ini tidak pernah belajar ya? Kalau yang di depan mata yang muncul hanya kerugian, kenapa juga ikut?

“Kehormatan, mereka para calon itu suka sekali “digung-gung” (diagungkan namanya) oleh para pendukung dan penduduk kampung. Dan hanya karena alasan “gung-gung” itulah mereka bersedia hutang hingga ratusan juta”. Kata kakak iparku.

Yaah memang sepertinya, itulah manusia, dan itulah laki-laki (sebagian besar calon lurahnya laki-laki selama ini). Harga diri, kehormatan, dan apapun namanya telah menjadi makam bagi diri mereka . Bagaimana denganmu kawan?

3 thoughts on “Kau Pasti Juga Geleng-Geleng Kepala Setelah Membaca Cerita Ini

  1. Dalam proses pemilihan kepala desa, sering terjadi perjanjian antara calon kades dan calon pemilih yg diminta suaranya untuk nyoblos kades tersebut dengan imbalan uang, jangan kaget kalo calon kades yang bersangkutan tidak terpilih ada yg stress/ gendeng.
    Aneh sekaligus menghibur sekali calon2 kades ini.
    (salam dari Malang mas)

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s