Leadership Killer


A full shot (figure shot, complete view, mediu...

Bukan manusia yang membunuh seorang pemimpin.

Bila dijadikan bahasa Indonesia berarti “Pembunuh Kepemimpinan”. Rasa-rasanya masih kurang keren dibandingkan dengan judul Inggris-nya “Leadership Killer”. Maka judul tulisan ini tetap kunamakan Leadership Killer.

Siapakah Leadership Killer ini? Ia disebut dengan hypocrisy. Sekali lagi sebuah kata dari bahasa Inggris. Akar katanya berasal dari bahasa Yunani yang artinya, ‘beraksi dalam sebuah penampilan teatrikal’ atau bisa juga berarti ‘memainkan sebuah peran atau berpura-pura.’

Dalam bahasa sehari-hari hypocrisy adalah bila apa yang diucapkan ternyata tidak sama dengan yang dilakukan. Dan inilah pembunuh nomor satu bagi pemimpin manapun.

Pelakunya mungkin saja masih hidup, tapi ia tidak lagi menjadi pemimpin. Ingat, “pemimpin” itu tidak sama dengan “pimpinan”. Walalupun kedua-duanya bisa saja menjadi satu dalam satu kepribadian seseorang.

Maka bila seseorang yang menjadi pimpinan tidak mampu membuktikan apa yang ia ucapkan, sebenarnya ia hanya menjadi pimpinan tapi tidak menjadi pemimpin.

Begitu juga sebaliknya. Meski seseorang tidak menjadi pimpinan, tapi ia bisa diangkat menjadi pemimpin oleh orang di sekitarnya karena kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.

Karena bawahan, anak buah atau orang di sekitar pimpinan sebenarnya sangat jeli menilai, siapakah di antara mereka yang layak untuk dijadikan pemimpin. Mereka melihat kejujuran tindakan-tindakan para atasannya.

Untuk menjadi pimpinan, public speaking memang diperlukan. Kemampuan untuk menentukan solusi, berkomunikasi memang menjadi wajib. Tapi barang siapa yang ingin menjadi pemimpin, syaratnya masih belum cukup.

Dan mungkin untuk alasan itu pulalah kenapa do’a yang kita baca adalah “Dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” Bahasa arabnya bukan “rais” atau kepala, pimpinan, tetapi “imaam” yang artinya pemimpin.

Karena sesungguhnya orang yang bertaqwa itu menilai dengan aktivitas. Dan orang yang bertaqwa hanya memilih orang yang juga bertaqwa. Yang antara hati, pikiran, lidah dan anggota tubuhnya penuh dengan kesesuaian untuk tunduk pada aturan-aturan Allah swt. Wallahu a’lam.

Diadaptasi dari salah satu artikel dalam buku, The Why of Work, karya Dave Ulrich dan Wendy Ulrich

3 thoughts on “Leadership Killer

  1. Betapa mengenaskan hidup seorang pimpinan jika seperti itu, hanya untuk memenuhi hasrat personal.
    Semoga kita tidak tunduk pada korporat, memberikan loyalitas sepenuhnya demi mimpi seorang pimpinan lalu tanpa kita sadari kita kehilangan bagian-bagian indah hidup.
    … Mas gethuk, semakin top aja tulisannya, mampir dunk di blog saya, hehe.

  2. Kepemimpinan memegang peran yang penting. Bahkan segala sesuatu akan bangkit atau jatuh karena kepemimpinan. Dapat dikatakan, kepemimpinan yang lahir dari hati yang melayani, maka merekalah yang bisa menjadi ilham bagi semua orang. Juga bagi pemimpin masa depan.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s