Menurutmu, Mengapa Orang Harus Saling Menghormati?


130426 Image with Baltasar Gracian Quotes on R...

Bukankah ini yang seharusnya terjadi?

“Lulusan sarjana sekarang ini tidak perlu diragukan kemampuannya, tapi yang perlu dipertanyakan adalah attitude-nya kepada orang lain. Wong ketika masih mahasiswa saja, kalau bukan dosen pengajarnya, tidak perlu kenal dan tidak perlu bertata krama.”

Begitulah kurang lebih isi kesimpulan diskusi antara kami berempat, aku dan tiga adik kelasku. Dimulai dari berbedanya kondisi dulu ketika aku masih berstatus mahasiswa dengan sekarang hingga akhirnya muncul statement kesimpulan di atas.

Attitude yang dimaksud sebenarnya bukan kerja keras, kejujuran atau percaya diri tapi lebih pada kesopanan, tata krama dan menghargai orang lain. Bisa jadi ini adalah pertanda mulai lunturnya budaya ketimuran. Tapi aku tidak ingin terlalu dalam menelaah hal ini. Aku ingin melihatnya secara sederhana saja.

Kenapa orang harus bertata krama, sopan santun dan menghargai orang lain?

Dan ketika pertanyaan ini tidak memiliki jawaban yang kuat, sudah pasti tata krama, sopan santun dan menghargai orang lain akan ditinggalkan sebagaimana nasib budaya lain yang tak lagi memiliki makna.

Aku menduga, alasan mengapa harus bertata krama yang pertama adalah karena tua. Tua itu berarti banyak pengalaman, yang artinya akan menunjukkan sikap lebih bijak dalam menghadapi permasalahan. Bagi orang yang tua seperti ini sangat layak dan bahkan wajib kita bersopan santun dan menghargai beliau.

Bagaimana dengan orang yang lebih tua sekarang ini? Apakah mereka lebih bijak sehingga lebih layak dihargai dan diajeni? Bisa iya, bisa juga tidak.

Alasan berikutnya kenapa harus bertata krama adalah karena mereka lebih berilmu dari pada kita. Dengan adanya ilmu, penyikapannya tentang masalah kehidupan juga akan lebih bermakna dan memperhitungkan segala sisinya.

Untuk ilmuwan seperti ini, pastilah kita akan menghormati dan berlaku sopan santun. Tindak-tanduknya memang menunjukkan bahwa ilmunya membuat dia lebih bermakna dalam bertindak.

Tapi benarkah semua orang yang lebih berilmu memiliki makna yang lebih dalam hidup? Bisa iya bisa juga tidak.

Dan yang ketiga, menurutku alasan mengapa orang harus menghormati orang lain adalah karena memang itulah yang diminta oleh Allah, pencipta manusia. Allah meminta agar manusia saling menghormati, saling bersilaturahim, bertegur sapa dan bertata krama.

Bukan karena lebih berpengalaman atau memiliki ilmu kehidupan, tapi lebih karena manusia adalah makhluk yang mulia. Kendati terkadang ada sebagian yang Allah sendiri menyatakan perilakunya lebih rendah dari binatang.

Banyak anjuran dalam Islam untuk saling menghormati. Yang tua harus menyayangi dan sabar terhadap yang muda. Yang muda harus sopan dan bertata krama dengan yang tua.

Kok berubah jadi mendalam ya? Hubungannya apa dengan pertanyaan tentang tata krama, sopan santun dan menghargai orang lain?

Bila yang tua tidak sayang kepada yang muda, apakah yang muda akan hormat kepada yang tua? Menurutku sih tidak. Kedua pihak harus tahu bahwa ini bukan proses satu arah, yang muda harus menghormati yang tua.

Yang terbaik adalah yang memulai terlebih dahulu, karena dengan begitu ia mencontohkan kebaikan. Dan yang mencontohkan kebaikan akan mendapatkan kebaikan selama contoh kebaikannya dilakukan oleh orang lain. Bukankah ini alasan yang tepat bagi yang tua untuk sayang dan sabar pada yang lebih muda?

Atau sebenarnya para pemuda itu sekedar tidak tahu kenapa ia harus bertata krama dengan yang lebih tua? Bila ia tidak tahu, ya waktunya untuk memberi tahu. Wallahu a’lam.

6 thoughts on “Menurutmu, Mengapa Orang Harus Saling Menghormati?

  1. Degradasi budaya baik yang begitu kentara, sementara kita gampang menyerap budaya luar justru yg jelek2nya. Padahal budaya luar yg baik2 sering kita lewatkan seperti disiplin, tepat waktu, kerja keras dll.

  2. setuju mas.
    saling menghormati, tidak hanya yang muda menghormati dan menghargai generasi sebelumnya tapi juga sebaliknya. Salah satu bentuk menghormati dari generasi sebelumnya adalah dengan memberikan kesempatan bagi yang muda. IMHO.
    Ijin link postingan ini ya mas.

  3. Pingback: Pembelajaran Tak Langsung | The Foot Steps...

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s