Cara Jendral Masa Kini Menyatukan Pasukannya?


Rome: Total War

Dulu, jendral menyatukan gerak langkah pasukan dengan genderang dan bendera, kini?

Sun Tzu berkata: penggunaan gong, genderang serta bendera adalah sebagai sarana agar telinga dan mata pasukan fokus pada satu titik. Sehingga hal ini membuat pasukan menjadi seperti satu badan, sampai-sampai membuat mustahil bagi mereka yang pemberani untuk maju seorang diri, atau membuat mereka yang memiliki jiwa pengecut mundur sendiri. Ini adalah seni menangani kumpulan manusia dalam jumlah besar.

Pasukan memang harus bergerak sesuai dengan perintah dan aturan yang telah ditetapkan. Dan berjalannya aturan serta perintah dalam medan perang itu ditentukan oleh penggunaan bunyi gong, genderang serta bendera.

Kesempurnaan pergerakan pasukan terlihat pada saat bemanuver, semua individu-individu itu menjadi sebuah badan yang satu. Tidak ada yang satu merasa lebih dari yang lain.

Hal ini dimungkinkan di masa lalu, saat semua pasukan bisa tidak bisa melihat atau mendengar dengan jelas kondisi pertempuran yang akan dihadapi. Tapi bisakah prinsip ini digunakan dalam kondisi manusia modern seperti sekarang ini?

Prinsipnya tentang kesatuan aku yakin masih bisa, tapi teknis dan detilnya sudah pasti jelas berbeda. Karena kini semua orang bisa melihat dan harus melihat terutama pangsa pasarnya. Bila tidak, maka ia hanya bergerak membabi buta.

Dan bila semua bisa melihat dan mendengar, masing-masing memiliki argumen serta alasan yang berbeda, tantangan bagi seorang jendral masa kini adalah mampukah ia menjadikan pasukannya bergerak seperti satu badan?

Bukan berarti semua harus menjadi tenaga marketing atau sales di garda depan. Bukan juga semua harus memikirkan produk serta masalah administrasi di belakang. Inilah tugas jendral masa kini. Inilah tugas manajer.

Menyatukan, pandangan, pendengaran serta isi kepala yang berbeda sehingga kekuatan dari masing-masing individu bisa dioptimalkan serta mengimbangi agar kelemahan masing-masing menjadi tidak signifikan.

Di dunia kerja yang kualami, hal ini bisa dilaksanakan dengan menyamakan pandangan atau pemahaman tentang kerja, tidak boleh ada area-area penafsiran tentang kerja yang berbeda antara manajer dan stafnya.

Dan sesungguhnya, penyamaan persepsi serta penentuan kerja inilah yang menjadi tugas maha penting bagi seorang manajer. Tugas ini tidak mungkin bisa didelegasikan kepada orang lain. Hanya manajer yang memiliki tanggung jawab seperti ini.

Setelah didapatkan kejelasan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing-masing, kini tugas penting berikutnya adalah menentukan sumber daya yang optimal untuk melakukan tugas.

Menurutku, dua inilah yang memungkinkan jendral masa kini mampu menyatukan pasukan di dunia modern. Tugas, wewenang dan tanggung jawab bisa jadi sangat berbeda tapi tetap menjadi satu badan sebagaimana badan manusia yang terdiri dari berbagai macam organ yang saling mendukung. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s