Belajar dari Dokter Bedah dalam Mengambil Keputusan


UW surgery and residents

UW surgery and residents (Photo credit: Wikipedia)

Tidak semua permasalahan harus diselesaikan oleh seorang pemimpin dengan mengambil sebuah keputusan. Lalu mana yang harus diselesaikan dengan mengambil keputusan dan mana yang tidak ? Kau bisa belajar dari dokter bedah kawan.

Ada tiga aturan yang digunakan oleh dokter bedah dalam mengambil keputusan.

Aturan pertama: bila pasien berada dalam kondisi yang sepertinya akan sembuh atau membaik dengan sendirinya tanpa ada bahaya, resiko, atau rasa sakit yang dialami, kau cukup memeriksanya dengan rutin. Operasi tidak diperlukan. Melakukan operasi dalam kondisi pasien seperti itu adalah sebuah keputusan yang tidak dibutuhkan.

Aturan kedua: bila pasien berada dalam kondisi kesehatan yang menurun bahkan mengancam jiwa dan ada yang bisa kau lakukan, lakukanlah dengan cepat dan tuntas. Hal ini seperti membuat keputusan yang memang dibutuhkan, meskipun ada resiko di dalamnya.

Aturan ketiga: kondisi pasien yang berada di antara aturan pertama dan kedua adalah kondisi yang sering muncul, kesehatan pasien tidak menurun dan tidak membahayakan jiwa tapi tetap tidak menunjukkan perbaikan dan cukup serius. Di saat inilah seorang dokter bedah harus menimbang dengan cermat untung dan ruginya.  Kondisi ini juga memaksa dokter bedah harus membuat keputusan. Dan keputusan ini yang membedakan antara mereka yang benar-benar expert dan yang sekedar menjalankan tugas.

Diambil dari: Management, Revised Edition by Peter F. Drucker

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s