Apakah Mungkin Keputusan Opa Fergie Salah (Tidak Berhasil)?


APRIL 15, 2009 - Football : Manager Sir Alex F...

bisa jadi keputusannya salah menunjuk David Moyes

Keputusan terkait SDM di institusi manapun adalah sebuah keputusan yang penting tapi sulit, sangat sulit. Terlebih lagi bila keputusan itu mengenai regenerasi kepemimpinan.

Sudah banyak institusi bisnis atau non-bisnis yang kemudian terpuruk karena tidak berhasilnya keputusan terkait regenerasi kepemimpinan ini. Mungkin ini jugalah sekarang ini yang terjadi di MU.

Opa Fergie bukanlah dewa. Maka dia juga bisa melakukan kesalahan ketika menunjuk David Moyes sebagai penggantinya. Meski menang di penyisihan liga Champion, tapi kalah dua kali di kandang sendiri oleh dua tim “mediocre” harusnya jadi sebuah pertimbangan “Apakah keputusan menunjuk David Moyes sudah tepat?”

Memang sudah menjadi resep sukses Opa di MU bahwa 4 tahun adalah masa penantian untuk memunculkan sebuah tim yang akan membawa kemenangan konsisten. Tapi apa yang terjadi sebelum 4 tahun itu terjadi harusnya juga menjadi perhatian.

Ketika sebuah keputusan tentang orang atau people decision yang salah (tidak berhasil) harus menunggu 4 tahun, bisa jadi klub sudah kehilangan segalanya.

Sebagian besar pendukung MU sadar bahwa David Moyes bukanlah Sir Alex Ferguson. Pasti di tahun-tahun pertama akan muncul banyak kesulitan. Jadi wajar jika MU tidak menargetkan trofi apapun tahun ini.

Tapi para pimpinan di MU, termasuk di dalamnya Opa Fergie sendiri, juga harus berhitung, apakah hasil buruk di kandang oleh tim “mediocre” itu termasuk dalam hasil yang mereka bayangkan di awal ataukah tidak?

Mungkin yang berbeda dari David Moyes dan Opa Alex Ferguson adalah kemampuannya menghadapi pemain bintang yang egonya seringkali melebihi ego manajernya.

Opa Fergie sebelum datang ke MU menangani klub Aberdeen yang telah memenangi 10 gelar besar dalam waktu enam tahun. Dengan kata lain, dia sudah memiliki banyak pengalaman dengan urusan memenangi trofi.

Atau dari sisi lain, bisa jadi Opa Fergie juga sudah berpengalaman dalam menangani pemain-pemain bintang. Bandingkan dengan David Moyes yang belum memenangi gelar apapun.

Di Everton, Manajer (David Moyes) adalah satu-satunya sosok yang memiliki ego terbesar, gaji terbesar dan pemainnya adalah pemain-pemain “mediocre”. Moyes belum memiliki skill untuk menangani ego pemain-pemain bintang.

Sementara para pemain di MU, kendati harganya tidak setinggi Cristiano Ronaldo, mereka semua adalah pemain bintang. Setiap pemain yang masuk dalam skuad MU merasa bahwa mereka adalah pemain bintang.

Maka tidak heran bila Moyes merasa kesulitan. Ini bukanlah pekerjaan yang biasanya ia lakukan. Dan ini bisa jadi pertanda bahwa Moyes adalah decision people yang salah. Dan bila memang ini benar-benar terjadi (decision people yang tidak berhasil), maka para pimpinan MU harus segera mengambil tindakan.

Job description bisa jadi sama, sebagai manajer Red Devil, tapi tugas Moyes sebagai penerus Fergie jelas berbeda. Ia harus meneruskan tradisi juara. Maka akan sangat menarik untuk melihat kondisi-kondisi yang akan terjadi berikutnya.

Dan semoga hasil terbaik diraih oleh klub kecintaan kita bersama, MU. Go go MU.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s