Jangan Gunakan Lagi Definisi Organisasi Yang Salah Ini


Definisi organisasi yang kita ketahui selama ini ternyata salah. Organisasi selama ini dianggap kumpulan manusia yang bersatu dan melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan bersama. Padahal organisasi dimulai dari satu orang.

Dan karena kesalahan ini, banyak di antara kita, termasuk aku, selalu mencari organisasi utopia yang tidak pernah ada di dunia. Paling tidak, demikian menurutku.

Bila berdasarkan definisi umum, organisasi dimulai dari kumpulan orang. Mereka kemudian berkomunikasi dan menemukan kesamaan tujuan. Dari sini muncul kepemimpinan dan struktur serta tugas. Tapi benarkah ini proses yang terjadi?

Organisasi tertua di dunia adalah organisasi bisnis. Dan organisasi ini dimulai dari keinginan satu orang yang ingin mendapatkan kekayaan yang lebih. Untuk itu ia mempekerjakan orang lain. Orang lain mendapatkan upah atas tugas yang dilakukan.

Ada tugas, ada struktur, ada pemimpin dan ada kesatuan tujuan. Dan inilah yang selalu menjadi cikal bakal organisasi. Bukan kumpulan orang yang saling berkumpul dan mengemukakan pendapat kemudian saling menyatukan pendapatnya.

Bahkan untuk sekelas negara, semua dimulai dari satu orang. Orang ini mengemukakan tujuannya, orang- orang yang di sekitarnya mengiyakan dan mengikutinya. Semakin banyak yang tertarik, membuat sang pemimpin harus memiliki struktur, tugas dan lain sebagainya.

Bahkan sekarang pun ketika kita akan memilih presiden, kita tidak saling mengemukakan pendapat dan menyamakan tujuan. Baru setelah itu kita memberikan mandat.

Yang terjadi adalah, kita memilih presiden yang visi misinya, imejnya, gambaran kerjanya sesuai dengan gambaran kita. Bukan sebaliknya.

Rasulullah membentuk negara Islam tidak bertanya kepada para sahabat, "Bagaimana kalau kita membentuk negara Islam?" Beliau mengajarkan Islam, lambat laun hukum dan pemerintahan itu membentuk dengan sendirinya di sekeliling dakwah Rasulullah yakni Islam.

Dalam definisi organisasi umum, ketika terjadi masalah, seringkali kita menjadi bingung. Yang mana sebenarnya bermasalah? Karena meski mengatakan bahwa tujuan organisasi satu dan sama, tapi itu tidak mengikat. Tiap orang di dalamnya punya tujuan sendiri-sendiri.

Bandingkan bila memang organisasi itu memang kita akui dari seorang pemimpin. Ada arah tujuan yang jelas yang kita ikuti. Dari awal, kita sadar dan paham bahwa tujuan, visi pemimpin itulah yang kita ikuti.

Organisasi itu dimulai dari satu orang. Memang demikianlah pembentukan alaminya di dunia. Bahasaku, itulah sunnatullah nya. Ketika dibentuk berdasarkan konsensus, kesepakatan, organisasi tersebut akan kehilangan fokus visinya. Ia akan kehilangan kejelasan langkahnya. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s