Niat yang Baik (Ikhlas) itu Tidak Cukup


Sebagaimana dalam ibadah ritual yang selain menghadirkan niat yang ikhlas dan cara yang ada contohnya, ibadah sosial yang lebih umum juga butuh dua hal tersebut. Dan karenanya niat yang ikhlas itu tidak cukup.

Harus ada aktivitas terbaik dalam melakukan niat tersebut. Jadi, sepertinya memang cocok dengan apa yang disampaikan oleh Drucker, "good intention is not enough".

Tapi sebenarnya hal itu juga ada contoh dari Rasulullah saw. Dalam aktivitas kebaikan di luat ibadah ritual, beliau selalu melakukan dengan cara yang terbaik. Cara yang paling mendekatkan diri pada hasil yang sudah diniatkan.

Dalam peperangan, niat saja tidak cukup. Kesungguhan niat dalam berjihad itu wajib, tapi Rasulullah juga melakukan cara-cara terbaik dalam melakukan peperangan.

Dalam perang Uhud, Rasul saw meminta agar pasukan pemanah siaga di atas bukit. Karena cara ini adalah cara terbaik. Bukan mentang-mentang sudah siap syahid, kemudian semua ‘nggruduk’ dalam medan laga.

Dalam memilih pasukan, beliau juga menetapkan kriteria sehingga pasukannya tidak menjadi beban. Usia tidak boleh terlalu muda. Selain itu juga harus memiliki keahlian dalam peperangan.

Dalam perang Tabuk, pasukan harus menyiapkan kendaraan. Bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan, Rasulullah dengan berat hati tidak memperkenankan mereka ikut.

Perjalanan di perang Tabuk sangat jauh, cuacanya juga terik. Bila pasukan tidak memiliki kendaraan, bisa-bisa banyak pasukan yang gugur atau mungkin lemas sebelum masuk ke medan laga.

Contoh yang tidak kalah baik dalam menjelaskan bahwa niat yang baik itu masih kurang adalah bagaimana Rasulullah menyuapi seorang Yahudi tua dan buta. Yang setelah disuapi Rasulullah ia malah mencaci maki Rasulullah.

Yang menarik dalam kisah ini adalah bagaimana Rasulullah melembutkan kurma sebelum menyuapkannya. Padahal bila sekedar niat baik, bisa saja beliau memberikan kurma dalam bentuk utuh.

Nyatanya beliau mencontohkan bahwa niat yang ikhlas itu harus tetap dilaksanakan dengan cara terbailk yang mendekatkan pada hasil yang ingin diraih. Wallahu a’lam.

3 thoughts on “Niat yang Baik (Ikhlas) itu Tidak Cukup

  1. tolok ukur ikhlas itu sendiri memang tiap orang berbeda2 , namun jika kita menauladani kisah Rasulullah maka keiikhlasan itu harus dilakukan/ diterima dgn cara2 yg baik.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s