Kutukan Pemberi Ilmu


Siapa yang tahu bahwa mereka yang memiliki ilmu dan bersedia membaginya ternyata dikutuk? Kutukannya dikenal dengan "curse of knowledge”.

Mereka yang memberi ilmu, ide atau info ingin ilmu, ide atau apapun yang disampaikan bisa diingat. Tapi seringkali ilmu itu sendiri tidak dipahami oleh yang menerima.

Sebagai contoh, ketika memberikan ilmu manajemen kepada staf biasa, menjelaskan apa itu manajemen saja bisa jadi pekerjaan yang susah.

Belum lagi ketika membicarakan teori bisnis, sudah bisa dibayangkan betapa banyak kernyitan dahi yang ada di antara para staf itu.

Ketika menjelaskan info, ide, atau konsep apapun, istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep itulah yang menjadi kutukan. Istilah itu hanya dipahami oleh pemberi ilmu.

Sementara bagi yang mendapatkan ilmu, kebingungan melanda. Dan
inilah yang akhirnya menjadi kutukan.

Penerima ilmu akhirnya tidak menghiraukan ilmu. Ia merasa tidak membutuhkan, karena sejak awal terlalu banyak istilah yang tidak ia pahami.

Maka, ketika ingin memberikan ilmu atau informasi, senantiasa ketahui siapa yang akan kau beri ilmu. Pilihlah kosa kata yang sederhana yang mereka pahami. Hindari istilah yang terlalu "ndakik".

Bila kau sudah melakukannya, semoga kau terhindar dari kutukan para pemberi ilmu. Semoga kau terhindar dari "curse of knowledge". Wallahu a’lam bish showaab.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s