Dalam Kehati-Hatian ada Keselamatan, dan dalam


Untuk mahfudzot yang satu ini aku teringat sebuah pelajaran penting dari Mas Arif Pemenang, salah seorang pemilik bisnis Event Organizer.

Beliau bercerita bahwa dulu beliau mengawali bisnis dengan modal otak kanan. Yang penting lakukan saja. Itulah yang menjadi modal kata Mas Arif.

Tapi bila ditanya sekarang mungkin jawabannya berbeda. Bisnis tidak bisa dijalankan hanya dengan modal otak kanan. Kedua otak harus difungsikan.

Apalagi berbisnis di bidang EO. Ini tidak hanya bisa dengan modal nekad. Mas Arif sudah membuktikannya sendiri.

Di awal, dengan modal nekad, bisnisnya berdiri. Tapi kerugian dan hutang yang ia dapati. Setelah itu ia ikuti nasihat dari mentor bisnisnya. Nasihatnya adalah dengan menggunakan perencanaan.

Kini Mas Arif sedikit demi sedikit membangun kerajaan bisnis EO nya. Hutang yang masih harus dibayar menjadi harga belajar yang mahal untuk selalu berhati-hati.

Bukan berarti bahwa semangat nekad untuk berbisnis itu tidak penting. Itu juga penting. Tapi Kehati-hatian, perencanaan, dan siap belajar juga jangan sampai tidak mendapat perhatian.

Dan aku yakin kehati-hatian, perencanaan dan kesiapan belajar yang banyak membuat usaha kecil menjadi tumbuh kuat dan besar.

Sebagaimana yang pernah kudapatkan dari salah seorang pakar SOP, Pak Lukman Setiawan, yang penting itu adalah menjadi kuat baru besar. Dan sesuatu yang kuat tidak bisa diraih dengan serba nekad. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s