Kelemah-lembutan kepada Orang yang Lemah adalah


Kawan, ketika kau berjumpa dengan seseorang yang kaya bagaimana perlakuanmu kepadanya? Pastilah kau akan bersopan santun ketika bertemu dengannya. Ketika dalam sebuah acara pertemuan, mereka para orang kaya ini, pasti diminta untuk duduk di kursi yang enak dan empuk.

Begitu juga ketika kau bertemu dengan orang yang memiliki jabatan, pengaruh atau kedudukan. Kau juga akan bersikap lemah lembut kepadanya. Agaknya kau khawatir bila ia menilaimu dengan buruk akan membawa ketidakberuntungan. Pengaruhnya di lingkungan tempat tinggalmu juga menjadi pertimbangan tingkah lakumu terhadapnya.

Dengan orang yang memiliki pengetahuan juga sama. Kau akan merasa segan bertemu dengan seorang kyai, ustadz atau ajengan. Dalam dan luasnya ilmu serta kedekatan mereka dengan Allah, membuatmu malu bila berbuat sesuatu yang tidak sopan.

Bersikap lemah lembut, sopan, menghargai mereka yang memiliki kelebihan adalah sesuatu yang biasa. Semua orang pasti juga melakukannya. Ada semacam kekhawatiran yang muncul bila kita bersikap kurang ajar di hadapan mereka. Dan juga ada semacam harapan yang datang untuk mendapat keuntungan bila dikenal dekat dengan mereka yang punya kelebihan.

Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki kelebihan? Bagaimana sikapmu kepada mereka yang serba kekurangan? Tidak sembarang orang bisa menghormati atau menghargai dan bersikap lemah lembut pada yang lemah.

Toh, mereka tidak bisa menawarkan keuntungan atau memberikan kekhawatiran kepadamu. Kau bersikap baik atau tidak kepada mereka mereka tidak bisa membalas perlakuanmu itu.

Bila kau berbuat baik kepada mereka, mereka tidak bisa membalas kebaikanmu. Ketika kau bersikap buruk kepada mereka, mereka juga tidak bisa membalas kejahatanmu.

Maka layaklah bila bersikap lemah lembut pada yang lemah masuk dalam perilaku orang yang mulia. Karena ia sadar perlakuannya tidak mungkin dibalas orang yang lemah itu. Dia tidak melakukan sesuatu tidak mengharap balasan dari manusia. Ia hanya mengharap balasan dari Sang Pencipta.

Dan bukankah orang yang seperti ini masuk dalam kategori orang yang mulia?

One thought on “Kelemah-lembutan kepada Orang yang Lemah adalah

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s