Buah Kelengahan adalah Penyesalan dan Buah Kecermatan adalah Keselamatan


Ada dua kata yang menarik dalam mahfudzot di atas. Yang pertama adalah “at-tafriith” yang diartikan sebagai kelengahan. Dan yang kedua adalah “al-hazm” yang diartikan sebagai kecermatan.

Bila dicari asal katanya, maka padanan kata “al-hazm” yang lebih cocok adalah “mastery.” Sementara “at-tafriith” adalah lawan makna dari “al-hazm.” Jadi bila digabungkan kembali mahfudzot di atas menjadi kurang lebih, “Buah dari keahlian yang kurang adalah penyesalan dan buah dari kemampuan yang mumpuni adalah keselamatan.”

Mahfudzot ini tidak menasihatimu tentang kelengahan dalam belajar atau dalam memperhatikan sesuatu. Tapi ia mengingatkanmu akan pentingnya pemenuhan kapasitas.

Pemenuhan kapasitas yang membuatmu menjadi expert sangat jarang di semua lini atau bidang. Sangat sedikit orang yang tahu dengan baik tentang semua hal. Tapi ia bisa menjadi ahli di satu atau beberapa bidang tertentu. Dan bila keahlian itu dibutuhkan, maka pemilik keahlian itu akan memberikan keselamatan.

Tapi bila kapasitasmu hanya sepotong di bidang ini dan sepotong di bidang lain dan sepotong lagi di bidang lain lagi, inilah sesuatu yang akan membawa penyesalan sebagaimana yang disampaikan mahfudzot di atas.

Kualitas diagnosa dokter umum dengan dokter spesialis kulit pada pasien yang mengalami gatal pasti berbeda. ini karena dokter spesialis kulit telah menguatkan kapasitasnya pada satu sisi tertentu. Sementara dokter umum menguasai banyak hal meski sepotong-sepotong.

Bukan berarti bahwa mereka yang memiliki sepotong-sepotong pengetahuan ini tidak dibutuhkan. Tapi mereka hanya bisa menyelesaikan masalah yang tidak memerlukan kapasitas yang tinggi. Untuk masalah yang lebih kompleks, ia belum mampu menunjukkan jalan keselamatan.

Bila kau seorang staf, kau harus menguatkan kapasitasmu bila kau ingin meninggikan karirmu. Karena karir yang lebih tinggi akan berhadapan dengan masalah yang lebih pelik. Bila kau adalah seorang pedagang kelontong, kau harus menguatkan kapasitasmu bila kau ingin memimpin sebuah supermarket.

Bila kau adalah seorang atlet amatir, kau harus menguatkan kapasitasmu untuk menjadi seorang yang profesional. Dan bila kau adalah seorang manusia biasa, kuatkanlah kapasitasmu karena kau menghadapi ujian dunia yang melenakan semua manusia.

Kuatkanlah kapasitasmu kawan. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s