Katakan yang Benar Walaupun itu Pahit


Pepatah atau mahfudzot ini tidak hanya ada di Indonesia atau di Arab saja. Tapi ada di berbagai belahan dunia. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku ini adalah perilaku yang mulia di semua budaya.

Pertanyaan yang ingin kuajukan pada pepatah ini adalah, "Siapkah kau menghadapi pahitnya?"

Karena banyak orang menganggap perilaku ini adalah perilaku yang penuh dengan semangat kepahlawanan. Terbayang betapa besar perjuangan yang berkata jujur meski pahit.

Karena saking besarnya semangat kepahlawanan ini, orang hampir-hampir melupakan pahitnya. Yang kadang terjadi adalah dibutakan sehingga muncul kaget saat menghadapi pahitnya.

Ingat kawan, mengingatkan pemimpin yang dholim menjadi jihad terbesar bukan tanpa alasan. Ketika seorang pemimpin merasa tersinggung, maka bersiaplah menjalani mimpi buruk.

Aku tidak bilang bahwa kau sebaiknya berbohong. Tapi aku ingin mengingatkan agar kau tak dibutakan. Dengan bermodal pepatah ini, kau kemudian membabi buta, sehingga kau lupa bahwa ada pahit yang akan datang.

Semakin besar tantangan semakin besar pula balasannya. Mana mungkin surga bisa dibeli dengan harga yang murah?

Siap dengan berkata jujur?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s