Sebaik-baik Perkara adalah Pertengahannya


Tidak terlalu cantik dan tidak terlalu jelek, yang sedang-sedang saja. Salah satu lirik lagi dangdut yang pernah tersohor itu juga mengikuti apa yang disampaikan mahfudzot di atas.

Dan yang di pertengahan itu juga yang membuat muncul rasa nikmat dalam belajar. Bayangkan saja, belajar yang memunculkan rasa nikmat. Dan ada hubungannya dengan yang di pertengahan. Hal seperti apakah itu?

Hal ini berkaitan dengan tingkat kesulitan. Dalam penelitian tentang kerja otak, ditemukan bahwa ketika manusia berhasil memecahkan sebuah masalah, akan keluar endorfin yang memicu rasa bahagia di otak.

Akibatnya ada rasa nikmat yang dirasakan ketika berhasil. Tapi keberhasilan yang memicu endorfin ini tidak sembarangan. Harus ada usaha keras yang dilakukan untuk memecahkan masalah.

Ketika otak berpikir dalam memecahkan masalah, sebenarnya ia sedang mengakses memori yang disimpan. Masalah yang sulit menunjukkan bahwa belum ada memori seperti itu yang tersimpan.

Maka dengan memori yang ada ia akan bekerja. Bisa jadi ia menggunakan perbandingan, analogi, analisa dan lain sebagainya. Dan ketika dengan kerja keras otak ini membuahkan hasil dengan terpecahkannya masalah, muncul endorfin yang akan membuat manusia merasa bahagia.

Maka masalah yang baik adalah masalah yang pertengahan. Bila terlalu susah, otak akan merasa lelah dan capek. Bukannya bahagia, karena terlalu susah, yang muncul adalah stres dan depresi.

Sebaliknya jika terlalu mudah, endorfin juga tidak keluar. Bila masalahnya terlalu mudah, otak tidak akan berpikir. Ia cukup menggunakan memori yang telah ia simpan sebelumnya.

Jadi dengan berada di pertengahan, masalah pun menjadi berkah. Endorfin didapat, memori atau ilmu baru juga dikuasai untuk menyelesaikan masalah yang lebih sulit lagi. Wallahu a’lam.

Referensi: Why don’t students like school?: a cognitive scientist answers questions about how the mind works and what it means for your classroom oleh Daniel T. Willingham

One thought on “Sebaik-baik Perkara adalah Pertengahannya

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s