Menurutku Finlandia itu Pinter Keblinger


Awalnya aku heran, tapi kini aku tahu kenapa kehormatan guru di Finlandia dicontohkan dengan mendapat banyak teman kencan. Memang sepertinya Finlandia bukanlah contoh yang baik untuk pendidikan manusia.

Ketika aku harus menulis artikel tentang pendidikan, aku mencari tahu negara manakah yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Dan jawabannya adalah Finlandia, Korea Selatan dan Jepang.

Di artikel itu aku sengaja memilih Finlandia dan Korea Selatan. Dan aku tekankan pada Finlandia. Kenapa? Karena mereka memiliki sistem yang menurutku menarik.

Bayangkan saja! Untuk ujian nasional yang sering menjadi momok di Indonesia,di Finlandia mereka hanya mengadakan satu kali yakni untuk lulus dari SMU. Tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama tidak ada unas.

Kedua, jam sekolah. Para siswa dan guru hanya bertatap muka di kelas sebanyak 4 jam sehari, 5 hari seminggu. Lalu apa aktivitas lain siswanya? Sebagian besar aktivitas siswa adalah kegiatan ekstra. Karena bagi pemerintah Finlandia, sekolah adalah pusat aktivitas masyarakat. Pelayanan kesehatan ada di sekolah, pelayanan sosial lain juga ada du sekolah. Sehingga siswa banyak mendapatkan pelajaran langsung di dunia nyata dibanding pelajaran di buku.

Selain itu guru-gurunya juga mendapat banyak jam untuk belajar soal pendidikan. Sehingga dengan seleksi guru yang ketat ditambah dengan upgrade pengetahuan sehari-hari, kualitas guru di Finlandia tidak perlu diragukan.

Maka ketika aku membaca semua ini, yang aku pikirkan adalah "Wow". Hal ini adalah hal terkeren yang pernah aku dapati tentang sistem pendidikan. Dibandingkan dengan Indonesia sangat jauh berbeda.

Aku pun mencoba mencari tahu lebih banyak tentang sistem pendidikan Finlandia. Sampai akhirnya kutemukan di Youtube, presentasi dari penulis buku, Finnish Lesson. Saat kudengarkan ada sesuatu yang aneh ia sampaikan dalam video itu.

Ia menyampaikan bahwa profesi guru di Finlandia adalah posisi terhormat. Terutama para guru di sekolah dasar. Derajat mereka para guru SD itu bahkan sama dengan para profesor di universitas. Bagaimana kehormatan mereka? Inilah yang aneh.

Pasi Sahlberg, penulis buku Finnish Lesson, menyampaikan bahwa bila seorang guru SD menyampaikan di bar bahwa ia adalah guru SD, bisa dipastikan ia akan banyak mendapatkan teman kencan. Aku agak mengernyitkan dahi untuk kalimat satu ini.

Aku masih belum bisa menangkap apa yang dimaksud. Apa hubungan antara kehormatan profesi guru SD dengan bar dan teman kencan yang banyak. Sampai akhirnya aku menemukan sebuah kata dalam bahasa Inggris "promiscuity".

Sebuah kata yang jarang aku dengarkan. Dan saat kuketik di google, berikut ini adalah definisi dari "promiscuity". The practice of having casual sex frequently with different partners or being indiscriminate in the choice of sexual partners.

Dan saat kutelusuri di wikipedia, WOW. Ternyata negara yang memiliki kejadian promiscuity tertinggi adalah Finlandia. Ia mengalahkan Inggris dan Amerika Serikat. Inilah mengapa Pasi Sahlberg menyampaikan kehormatan guru SD adalah dengan mendapatkan teman kencan.

Meski bagi mereka ini adalah kemajuan, karena tidak ada diskriminasi orang kulit putih, hitam atau merah. Tetap saja bahwa Finlandia tidak layak menjadi contoh pendidikan manusia. Meski kuat di akademis, life skill dan area duniawi lainnya, untuk urusan moral dan akhirat belum ada yang mengalahkan sistem pendidikan yang dicontohkan Rasulullah saw.

Menurutku Finlandia itu pinter tapi keblinger. Menurutmu bagaiamana?

One thought on “Menurutku Finlandia itu Pinter Keblinger

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s