Aku Pro Pencitraan, Kamu?


Ini bukan edisi gagal move on, tapi ini memang masih ada hubungannya dengan fenomena Jokowi. Adakah calon pemimpin yang lebih baik dari Jokowi? Tentu saja ada dan mungkin lebih dari satu.

Tapi mengapa calon pemimpin ini tidak semenarik Jokowi di mata orang umum? Karena Jokowi dan timnya kuat dalam pencitraan.

Tapi bukankah orang tidak senang dengan pencitraan? Tentu saja mereka tidak senang. Tapi apakah mereka tahu mana yang pencitraan dan mana yang tidak? Sementara calon yang lain bisa jadi memang baik, tapi karena tidak ada pencitraan, mereka tidak punya pendukung.

Selain itu ada juga pihak lain yang muak dengan pencitraan. Baik yang dicitrakan orang yang memang benar-baik atau tidak. "Kalau memang baik, gak usah pencitraan. Bekerja saja, nanti orang pasti akan melihat." Kata mereka.

Tapi aku tidak sepakat dengan anti pencitraan. Pencitraan itu dibutuhkan oleh orang yang baik. Karena kalau tidak, orang yang tidak baik (tidak punya kompetensi) yang akan berkuasa. Dan akhirnya rakyat lagi yang menjadi korban ketidakmampuan pemimpin yang mereka pilih.

Orang yang baik harus dicitrakan. Karena ia menjadi penyeimbang dari orang bermodal pencitraan saja. Orang yang baik juga sudah saatnya tidak menolak dicitrakan. Karena keikhlasan tidak ada hubungannya dengan pencitraan.

Malah pencitraan itu menjadi bukti keikhlasan. Orang yang ikhlas tetap bekerja baik ia dicitrakan atau tidak. Orang yang ikhlas tetap memberi manfaat baik ia dicitrakan atau tidak.

Pencitraan itu dibutuhkan oleh masyarakat agar mereka memiliki referensi pemimpin yang bervariasi. Sehingga mereka tahu betul siapa saja kandidat pemimpin berkualitas di negerinya. Tapi bukankah masyarakat tidak suka pemimpin yang mencitrakan dirinya?

Itu kalau pencitraannya satu,atau dua tahun menjelang pilihan. Bagaimana kalau pencitraannya sejak lima atau bahkan sepuluh tahun. Aku yakin itu bukan pencitraan. Itu disebut dengan syiar kebaikan.

Dan bukankah itu juga yang dilakukan oleh Mush’ab bin Umair r.a. di Madinah? Beliau melakukan pencitraan atas agama Islam dan pembawa risalahnya. Dan ketika Rasulullah datang ke Madinah, hasil pencitraan itu luar biasa sehingga tidak ada satu rumah pun yang tidak tersyiar Islam dan Muhammad saw.

Tapi pencitraan Rasulullah sebagai Al Amin juga telah tersebar dan disebarkan oleh penduduk Mekkah. pencitraan beliau menjadikan tidak ada orang yang lebih dipercaya di Mekkah melebihi Muhammad saw. Berapa lama pencitraan beliau? Sepanjang hidupnya.

Nah, pencitraan orang-orang baik itu harus dimulai dari sekarang dengan facebook, twitter, instagram, blog, dan entah media sosial apa. Agar lima tahun atau sepuluh, lima belas tahun lagi tidak satu.orang pun yang tidak mengenal orang baik dan kebaikannya.

Kalau kamu, pro pencitraan atau anti pencitraan?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s