Meski Bekerja itu Bahagia, Tak Banyak Orang Suka


Dalam sebuah penelitian yang hasilnya dibukukan dengan judul "Flow", terungkap bahwa sebenarnya bekerja itu membuat manusia bahagia. Tapi anehnya, meski membuat orang bahagia, banyak orang yang masih merasa enggan.

Penelitian ini dilakukan dengan memberikan sebuah buku diary untuk mencatat aktivitas dan perasaan orang ketika melakukan aktivitas tersebut. Pencatatan dilakukan beberapa kali dalam sehari dengan waktu yang berbeda-beda. Para peserta mencatat aktivitas mereka selama beberapa hari.

Hasil ini kemudian dikumpulkan dan dihitung. Yang menjadi faktor penting.bukan waktu, tapi perilaku atau aktivitas yang sedang dikerjakan dan perasaan orang ketika melakukan aktivitas tersebut.

Dan ternyata setelah dihitung, perasaan bahagia seseorang itu sebagian besar muncul saat bekerja. Sementara saat istirahat atau bersantai, perasaan bahagia itu jarang muncul.

Hal ini sebenarnya tidak mengherankan, karena setelah otak manusia bekerja paling maksimal, dan kemudian masalah yang dihadapi terpecahkan, akan muncul endorphin yang akan memunculkan rasa senang.

Sebaliknya, bila ia hanya melakukan aktivitas alakadarnya yang tidak memicu otak bekerja keras, tidak akan ada balasan berupa endorphin yang muncul. Oleh sebab itu aktivitas bersantai seperti menonton tivi, tidak akan memberi rasa bahagia.

Namun dalam penelitian yang sama ditanyakan apakah mereka akan lebih memilih bekerja atau bersantai? Ternyata sebagian besar memilih bersantai. Hal ini seperti hal yang bertolak belakang. Ketika bekerja itu memberikan rasa bahagia, tapi orang masih lebih memilih bersantai daripada bekerja.

Si peneliti menawarkan dua jawaban kenapa hal ini bisa terjadi. Yang pertama adalah sudah tertanam dalam pikiran orang bahwa bekerja itu beban, bekerja itu berat. Sehingga meski bekerja itu memberikan rasa bahagia, orang pada umumnya tetap merasa bahwa bekerja itu beban. Dan ini membuat mereka lebih memilih bersantai dibanding bekerja.

Alasan yang kedua, orang seringkali menganggap bekerja adalah aktivitas yang mereka lakukan untuk orang lain. Mereka merasa bahwa yang mereka lakukan selama ini tidak memberikan manfaat bagi mereka dalam jangka panjang. Hal ini membuat banyak orang, meski merasakan bahagia, mereka memilih bersantai yang tidak mendatangkan rasa bahagia.

Kawan, nyatanya secara ilmiah, bahagia itu tidak mahal. Bahagia itu sangat erat kaitannya dengan apa yang kau lakukan bukan apa yang kau miliki. Dan bahagia itu lebih banyak dimulai dari pikiran. Sudahkah kau bersiap untuk berbahagia?

Wallahu a’lam.

3 thoughts on “Meski Bekerja itu Bahagia, Tak Banyak Orang Suka

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s