Rasulullah Marah kepada Umar karena Abu Bakar


Ya Kawan, beliau saw pernah marah. Marahnya bukan kepada sembarang orang. Umar bin Khattab ra yang mendapatkan marah Rasulullah. Kenapa Rasulullah marah kepada Umar?

Suatu ketika Rasulullah dan sahabat lainnya menyaksikan Abu Bakar ra nampak tergesa-gesa datang menemui Rasulullah. Beliau saw menyampaikan bahwa sahabatnya, Abu Bakar telah membuat marah seseorang, maka beliau mengajak agar para sahabat bersama-sama memberi salam kepadanya.

Abu Bakar bercerita bahwa ia dan Umar bin Khattab berselisih. Perselisihan itu membuat Umar bin Khattab marah. Abu Bakar sudah meminta maaf, tapi Umar belum bisa memaafkannya.

Abu Bakar mengejar Umar sampai menuju rumah Umar. Setelah masuk, Umar menutup pintunya tepat di depan wajah Abu Bakar.

Setelah mendengar Abu Bakar bercerita, Rasulullah mendoakan semoga Allah memberikan ampunan kepada Abu Bakar.

Tidak lama berselang, Umar bin Khattab datang di rumah Rasulullah. Sebelumnya ia sudah mencari Abu Bakar ke rumahnya. Ia merasa menyesal karena tidak memaafkan Abu Bakar.

Melihat kedatangan Umar, wajah Rasulullah merah karena marah. Melihat kondisi ini Abu Bakar merasa kasihan kepada Umar. Ia memohon kepada Rasulullah, "Demi Allah sesungguhnya aku yang bersalah." Hal ini diulangi oleh Abu Bakar dua kali.

Rasulullah mengingatkan, "Sesungguhnya aku diutus kepada kalian oleh Allah, dan kalian mengatakan "Engkau dusta" sedangkan Abu Bakar mengatakan "Engkau benar". Setelah itu ia menggunakan apa yang ia miliki untuk membantu dakwah ini. Maka janganlah kalian mengganggunya."

kawan, itulah bukti iman Abu Bakar yang tak bisa kau tandingi. Bahkan Rasulullah sendiri mengakui keunggulan iman Abu Bakar dibanding yang lain. Ada kedekatan tersendiri antara Rasulullah dan Abu Bakar.

Umar bin Khattab yang telah membuat Abu Bakar merasa kesusahan akhirnya mendapat marah beliau.

Kawan, mereka, generasi terbaik umat manusia ini, tetap manusia. Ada percik-percik kehidupan yang bisa kau saksikan. Marah, sedih, bahagia, juga masih mereka rasakan. Dan itulah yang menjadikan mereka contoh yang sesuai bagi kita.

Ya Allah, sesungguhnya aku rindu dengan karakter-karakter mulia itu. Maka sesuai janjimu bahwa yang mencintai akan dibangkitkan bersama yang dicintainya, aku memohon agar aku bisa dibangkitkan bersama mereka.
Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s