Logika Memenuhi Kebutuhan atau Mendatangkan Keberkahan


Kawan, dalam logika manusia, untuk memenuhi kebutuhan bulanan Rp 4 juta sebulan, maka ia harus bekerja untuk mendapatkan angka itu. Tapi dalam logika mendatangkan keberkahan kebutuhan itu tidak harus dibayar dengan nilai yang sama.

Maka, tidak jarang logika untuk memenuhi kebutuhan tidak sama dengan logika mendatangkan keberkahan.

Dalam sebuah jual-beli, logika memenuhi kebutuhan menentukan bila penjual menceritakan yang baik dan buruk dari barang yang dijual, maka ada potensi keuntungan yang hilang dari usaha jual belinya.

Tapi menurut logika mendatangkan keberkahan, dengan menceritakan baik dan buruk akan memberikan keberkahan.

Tapi bagaimana logika mendatangkan keberkahan ini akan memenuhi kebutuhan? Bagaimana kecilnya nilai pendapatan bisa menopang hidup manusia untuk bertahan?

Kawan, logika manusia dalam memenuhi kebutuhan tidak akan bisa menjelaskan. Karena logika manusia dalam otaknya tidak mampu menjelaskan sebab akibat dalam peristiwa di dunia. Dunia memiliki logika sendiri dalam mengatur sebab dan akibatnya. Logika ini telah memiliki aturan dari Penciptanya. Makanya aturan ini disebut sunnatullah.

Rasulullah pernah bercerita bahwa saat Dajjal datang, mereka yang tidak mengikutinya akan hidup dalam kesusahan. Sumber daya untuk memenuhi kebutuhan akan sangat terbatas. Tapi hal ini adalah logika manusia, dalam logika dunia atau sunnatullah, kondisinya berbeda. Mereka yang teguh imannya memiliki keberkahan.

Bila seekor kambing hanya maksimal mendatangkan 2 liter susu bagi pemiliknya, maka dengan keberkahan, susu seekor kambing akan mampu memenuhi kebutuhan satu desa manusia.
Bila seekor sapi maksimal hanya menghasilkan 10 liter susu, maka dengan keberkahan, susu dari seekor sapi akan mampu memenuhi kebutuhan satu kabilah manusia.

Dalam kisah-kisah lain Rasulullah juga menceritakan hal yang sama. Seringkali dalam logika untuk memenuhi kebutuhan, yang dihasilkan seakan-akan tidak bisa mencukupi. Tapi dalam logika keberkahan, yang sedikit itu akan mampu memenuhi bahkan melebihi kebutuhan manusia.

Tapi karena logika mendatangkan keberkahan ini belum logis menurut pikiran manusia, wajar bila sebagian manusia masih harus stres dalam memenuhi kebutuhannya. Sebaliknya logika mendatangkan keberkahan hanya bisa diraih dengan keyakinan kepada aturan Allah. Maka, sedekah yang menurut pikiran manusia akan mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan, justru menambah kemampuan dalam memenuhi kebutuhannya.

Dan bukankah ini juga yang membuat Abu Bakar ra yakin saat menyedekahkan semua hartanya? Semua karena logika mendatangkan keberkahan. Wallahu a’lam.

3 thoughts on “Logika Memenuhi Kebutuhan atau Mendatangkan Keberkahan

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s