Maaf, Law of Attraction itu Nonsense Bagiku


Aku kini bukan orang yang percaya dengan Law of Attraction, sebuah konsep motivasi yang banyak digunakan oleh motivator. Aku tidak percaya bahwa ketika seseorang yakin dengan cita-cita atau keinginannya, maka alam semesta akan mendukungnya.

Sebaliknya aku yakin dan percaya bahwa takdir itu nyata. Dan aku juga percaya bahwa takdir itu telah ditulis dan ditetapkan. Aku yakin dan percaya bahwa rezeki, kematian, dan apakah seorang menjadi ahli surga dan neraka itu telah ditetapkan.

Dan oleh karenanya, sukses berupa kekayaan, jabatan, dan harta dunia lainnya sebenarnya telah ditetapkan. Bahkan Rasulullah saw juga mengatakan bahwa masuk surga itu bukan karena amal hamba, tapi karena anugerah Allah swt.

Kesuksesan itu sudah ditetapkan. Sehingga ketika sukses itu datang, tidak layak bagi seorang hamba untuk mengatakan bahwa sukses itu karena usahanya. Tapi kesuksesan itu karena Allah telah menetapkan baginya. Dan siapakah yang bisa menghalangi apa yang telah ditetapkan-Nya.

Begitu juga dengan musibah. Itu juga menjadi ketetapan bagi hamba. Sehingga siapapun yang mendapatkan musibah tidak perlu merasa sedih, stres, kecewa, galau apalagi depresi. Semua musibah itu telah dituliskan untuknya. Lalu siapakah yang bisa menghindari musibah yang telah ditetapkan Allah?

Selain itu, seseorang yang yakin dengan takdir Allah yakin bahwa rezeki itu memang telah ditetapkan Allah. Musibah juga demikian. Sehingga orang yang mendapatkan musibah bukan berarti orang yang jahat. Sebaliknya orang yang selalu mendapat kebaikan tidak selalu adalah orang yang baik.

Karena bila orang yang sukses, kaya, punya rumah, mobil dan segala fasilitas lainnya pasti orang yang beruntung dan baik, bukankah Abu Jahal juga orang yang sukses? Tapi apakah ia orang yang baik yang mendapatkan berkah Allah?

Begitu juga sebaliknya. Bukan berarti orang yang miskin, tertimpa musibah, dibunuh, berhutang saat meninggal adalah orang yang tidak mendapatkan kasih sayang Allah. Bukankah Umar bin Khattab meninggal dengan dibunuh, miskin, dan meninggal dalam keadaan berhutang?

Aku tidak perlu menyalahkan mereka yang percaya dengan law of attraction. Tapi bila ada di antara mereka saudaraku muslim, mari belajar kisah Nabi Adam dan penciptaan beliau. Banyaklah merenungkan kisah-kisah sahabat khalifah yang dijamin surga, siapakah di antara mereka yang meninggal dalam keadaan normal? Abu Bakar saja.

Bukan berarti mereka tidak beruntung dan penuh anugerah iman dan ilmu khan?

Mari saudaraku, belajar kembali tentang takdir, tentang hidup, tentang mati. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s