Good to Great ala Umar bin Abdul Aziz


Bagi yang belum tahu, Good to Great adalah sebuah judul buku yang isinya menyampaikan pesan bagaimana perusahaan yang biasa-biasa saja (good) menjadi hebat (great). Buku ini muncul berdasarkan penelitian Jim Collins dkk. Sebelumnya Jim Collins juga menulis buku Built to Last yang bercerita bagaimana membangun perusahaan hebat.

Konsep Good to Great ini kemudian menjadi bagian tidak terpisahkan dari jiwa perusahaan yang ingin menjadi hebat. Meski sebagaimana dicontohkan Jim Collins, bahwa konsep ini tidak mudah dalam pelaksanaan, tapi karena didasari bukti empiris, Good to Great bisa dilakukan.

Bahkan seorang khalifah yang fenomenal karena keberhasilannya memakmurkan umat Islam di jamannya, Umar bin Abdul Aziz, juga menggunakan konsep ini sebelum dikenal oleh Jim Collins.

Dari tujuh konsep penting Good to Great, ada empat konsep menurutku yang sudah dijalankan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Yang pertama adalah level five leadership. Dinasti Bani Umayyah yang biasa-biasa saja dalam waktu singkat menjadi negeri impian yang kemakmurannya melegenda. Ini terjadi karena diawali oleh pemimpin yang hebat.

Menurut Jim Collins, karakter pemimpin hebat itu adalah yang bekerja secara profesional tapi tetap menjadi pribadi yang rendah hati. Hal ini tidak banyak dikenal oleh orang barat. Orang yang rendah hati seringkali lemah. Sebaliknya, orang yang profesional biasanya menjadi arogan. Tapi dalam Islam, sifat pemimpin yang seakan kontradiktif itu dikenal dengan ikhlas.

Bagaimana menjadi pemimpin hebat? Jim Collins dalam bukunya juga tidak bisa menjawab dengan jelas, tapi paling tidak, kesamaan dari pemimpin hebat adalah, mereka menempatkan orang yang hebat di dalam timnya. Dalam bukunya, konsep ini dikenal dengan first who then what.

Jadi, penempatan orang yang tepat ini selalu dilakukan terlebih dahulu dibanding melakukan apa. Karena ternyata orang yang tepat ini yang akan memberikan pikiran-pikiran yang sehat. Pikiran yang sehat melahirkan aktivitas yang hebat. Dan ini juga yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz. Ia memilih orang-orang yang hebat di sekelilingnya. Tidak saja posisi hakim dan panglima perang, gubernur juga menjadi perhatian. Mereka yang bermasalah akan segera diganti oleh gubernur yang kompeten.

Dua konsep berikutnya saling berkaitan. Face the brutal fact dan flywheel. Face the brutal fact berarti perusahaan harus berani menghadapi fakta yang ada meski tidak sesuai.harapan. Sementara flywheel berarti melakukan perbaikan dalam proses, dengan banyak aktivitas, bukan dengan satu kali even yang penuh jargon dan slogan.

Apa aktivitas Khalifah Umar bin Abdul Aziz? Ia memilih untuk hidup sederhana, mengurangi aktivitas ekspansi, membuat kebijakan agar nama Ali bin Abi Thalib dan keturunannya tidak lagi dihina saat sholat Jumat, tidak lagi memungut jizyah bagi muslim secara keseluruhan, ia juga tidak lagi memberikan hadiah kepada kerabat khalifah. Masih banyak lagi kebijakan yang diambilnya sangat berbeda dengan khalifah dinasti Bani Umayyah lainnya.

Dan hasilnya? Kekhalifahannya menjadi.pemerintah yang hebat, yang bahkan orang khawarij saja enggan membuat kerusuhan saat Umar bin Abdul Aziz memerintah. Saudaraku muslim, Good to Great adalah hikmah bagi muslimin. Meski konsep ini diungkapkan oleh Jim Collins, nyatanya khalifah umat Islam telah melakukannya.

Marilah kembali belajar, mencari hikmah yang berserakan di dunia. Dan siapakah yang lebih berhak atas hikmah kecuali kita umat Islam. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s