Level 5 Leadership = Pemimpin Ikhlas


Ketika pertama kali mendengar istilah level 5 leadership aku curiga. Karakternya kok mirip sekali dengan khulafaur rasyidin.

Jim Collins menyatakan berdasarkan penelitian yang ia lakukan ada karakter pemimpin hebat yang kontradiktif, berlawanan. Mereka, para pemimpin hebat ini, rela melakukan segalanya demi organisasinya. Profesionalitas mereka mencengangkan. Tapi entah bagaimana, di balik kekuatan yang mereka miliki, kerendahan hati selalu terjaga.

Ketika mereka ditanya apa faktor kesuksesan yang paling berpengaruh, mereka menjawab bahwa itu kebetulan, timnya yang memang sudah hebat, pesaing yang lemah dan lain sebagainya. Mereka tidak mengakui bahwa kesuksesan organisasinya adalah karena peran mereka.

Dan bukankah ini juga yang menjadi ciri khulafaur rasyidin? Ya, mereka, khulafaur rasyidin ini, memimpin dengan level 5 leadership. Tapi tentu saja dengan motivasi yang sangat jauh berbeda.

Dalam pikiran manusia pada umumnya, menjadi pemimpin adalah impian. Tapi tidak begitu bagi khulafaur rasyidin? Amanah sebagai pemimpin adalah sesuatu yang sangat dihindari. Alasannya sederhana, karena nanti di Hari Akhir, kepemimpinan itu akan ditanya.

Pemimpin keluarga ditanya tentang bagaimana anak, istri dan pembantunya. Pemimpin RT ditanya bagaimana tanggung jawab akan lingkungan RT. Maka pemimpin negara akan ditanya tentang amanah tersebut. Bahkan Umar r.a. saja khawatir kalau-kalau ia ditanya tentang keledai yang terperosok di masa kepemimpinannya.

Menjadi pemimpin itu berat, sehingga orang beriman cenderung menghindarinya. Tapi saat ditunjuk menjadi pemimpin, ketakutannya akan pertanyaan Hari Akhir membuatnya bekerja dengan maksimal. Kemudian ketika kesejahteraan diraih pada masa pemerintahannya, sang pemimpin tidak membanggakan dirinya. Ia tidak memiliki kekayaan terbesar, bahkan sebaliknya khulafaur rasyidin hidup dalam keterbatasan.

Di satu sisi, karena takut akan tanggung jawab yang besar, mereka cenderung menghindar. Di sisi lain, ketika menjadi pemimpin, tetap dengan alasan yang sama, mereka maksimal dalam memimpin. Di satu sisi yang lain lagi, mereka enggan membanggakan diri dalam kesuksesan karena semua yang terjadi karena pertolongan Allah.

Keikhlasan adalah rahasia khulafaur rasyidin menjadi level 5 leadership. Kepemimpinan mereka bukan karena ambisi, tapi karena takut akan pertanyaan di Hari Akhir.

Kawan itulah kecurigaanku. Dan semakin lama aku semakin yakin bahwa ikhlas yang membuat orang beriman berkesempatan menjadi pemimpin hebat. Maukah kau menjadi mukmin yang ikhlas? Semakin banyak mukmin ikhlas akan semakin banyak persediaan pemimpin hebat. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s