Butuh Lebih dari Sekedar Info Menginap


Dulu informasi itu terbatas. Dan karena ia terbatas, informasi itu menjadi mahal. Tapi kini informasi cukup dengan sentuhan jari. Bahkan untuk mencari tukang tambal ban, kau bisa mencarinya di google.

Dalam dunia organisasi mahasiswa, besarnya arus informasi juga membawa tantangan. Dulu ketika menjadi mahasiswa baru, aku tidak tahu informasi kos atau rumah yang dikontrakkan. Untuk telepon juga rasanya berat di ongkos.

Maka ketika ada yang menawarkan kost atau kontrak rumah, terasa betul manfaatnya. Ketika menjadi penghuni kontrakan, tata aturan harus diikuti, termasuk di dalamnya mengikuti kajian rutin pekanan. Dan lama kelamaan, sadar atau tidak, aku menjadi bagian dari sebuah gerakan keislaman. Dan organisasi mahasiswa bagiku seakan-akan menjadi bagian dari keseharian.

Kini informasi yang murah dan banyak menyebabkan perubahan bagaimana orang memilih. Selain itu biaya kuliah dan hidup di kota besar yang makin mahal membuat semakin sedikit mahasiswa miskin yang membutuhkan kontrak rumah murah. Mahasiswa kini memiliki banyak pilihan dibanding jaman-jaman sebelumnya.

Banyaknya pilihan dan informasi juga membuat munculnya banyak organisasi hobi. Dan bila diminta memilih antara organisasi mahasiswa dan organisasi hobi, kira-kira mahasiswa dengan orang tua kaya akan memilih yang mana?

Bagi mahasiswi, masih ada kesempatan untuk mengajak mereka masuk dalam organisasi mahasiswa. Karena seringkali wanita memilih karena kedekatan emosi. Dengan menjadi teman, mereka bisa diajak untuk menjadi anggota organisasi mahasiswa.

Mahasiswa laki-laki yang agak susah. Karena laki-laki cenderung rasional. Apa manfaat ormawa bagi dirinya? Bandingkan kesenangan ketika masuk dalam organisasi hobi baik yang formal atau sekedar komunitas sederhana? Meski ada point tambahan dalam penilaian kelulusan untuk masuk dalam ormawa, sepertinya itu tidak terlalu membantu.

Bagi yang membutuhkan tenaga-tenaga muda untuk mengisi ormawa, organisasi harus berubah. Apakah dengan cara memunculkan organisasi hobi dalam ormawa bisa membantu? Atau bisa jadi dengan memunculkan manfaat berorganisasi bagi pengurus lebih kuat. Dengan masa kepengurusan singkat, manfaat yang jarang terasa langsung, dan misi yang seringkali tidak jelas, ormawa sepertinya butuh bantuan segera.

Walaupun demikian, banyaknya pilihan itu di sisi lain juga menguntungkan. Bukankah seringkali ormawa hanya jadi tempat "nebeng" nama? Dengan banyaknya pilihan, hanya mahasiswa yang benar-benar berniat yang akan menjadi tulang punggung organisasi. Dengan kata lain, pengurusnya adalah orang-orang pilihan. Tinggal masalahnya, berapa banyak mahasiswa yang seperti itu?

Butuh lebih dari sekedar tempat menginap murah untuk mencari pengurus ormawa dan generasi baru gerakan keislaman. Bagaimana menurutmu? Ada usulan?

Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s