Wanita itu Bernama Manusia


Saudaraku Afandi dan Baihaqi. Dua lelaki yang telah memantapkan diri untuk membina rumah tangga. Tulisan ini sekedar salah satu pengingat dari sekian banyak nasihat yang telah kalian dapatkan selama proses akad nikah.

Saudaraku Afandi dan Baihaqi, masing-masing kalian telah mengambil seorang wanita untuk mendampingi hidup. Maka sadarilah bahwa mereka adalah makhluk yang berbeda dari kalian. Mereka makhluk yang lembut, halus dan menawan.

Tapi itu bukan berarti mereka lemah. Mereka kuat. Mereka dengan tegar merelakan diri untuk menghabiskan hidup mereka bersama kalian. Dan ketahuilah, kerelaan itu adalah kekuatan mereka. Mereka rela mengganti ikatan kuat dengan orangtua menjadi terikat dengan diri kalian.

Memang benar bahwa "rijaal" itu "qowwaam" atas wanita. Kalian memang menjadi penanggung jawab atas wanita pendamping yang kalian pilih. Dan memang benar bahwa seorang istri yang beriman harus taat kepada suaminya.

Tapi kalian juga harus ingat bahwa wanita yang kalian nikahi sekarang ini bernama manusia. Ia bukan bidadari yang selalu mampu tersenyum setelah menjalani hari-hari yang berat. Ia juga bisa cemburu bila kalian terlalu dekat dengan wanita lain. Ia juga bisa jadi tidak suka dengan kebiasaan-kebiasaan lelaki kalian.

Tapi ketahuilah "manusianya" istri kalian yang mampu membuat kalian bahagia. Senyum "manusianya" yang akan menjadi pelipur lara kalian. Dan manja "manusianya" yang akan membuat kalian tersenyum heran dan takjub.

Maka saling mengingatkan untuk selalu memperbaiki diri itu perlu dan penting. Tapi kemampuan kalian untuk menerima sisi "manusia" istri yang mampu membuat ikatan pernikahan itu bertahan. Mulailah belajar mengucapkan "maaf ya Sayang" dan "terima kasih Sayang". Karena wanita yang berada di sisi kalian masih bernama manusia.

Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada kalian dan pasangan kalian saat-saat bahagia terasa. Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada kalian dan pasangan kalian saat kesulitan mendera. Dan semoga Allah mengumpulkan kalian dan pasangan kalian dalam kebaikan senantiasa.

"Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya." (QS. An Nisaa’ 19)

Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s