Mungkinkah Poligami, Cara Menghindari Black Hole?


"Black hole", istilah yang kudengar dari lisan Pak Habibie kala hadir dalam takziyah almarhum Bob Sadino. Dan dari penuturan beliau, aku jadi bertanya "Mungkinkah poligami menjadi sarana menyelamatkan diri dari black hole?"

Karena, saat Bu Ainun meninggal dunia, Pak Habibie juga mengalami kegoncangan yang sangat dahsyat. Mungkin kita bisa bayangkan, orang yang telah menemani di sebagian besar waktu hidup kita, di suatu pagi ternyata tidak lagi ada di samping kita. Pasti muncul shock dan sedih yang sangat mendalam.

Pak Bob Sadino sepertinya mengalami "black hole" setelah istri tercinta meninggal dunia. Sehingga kesehatan psikis mempengaruhi fisik dan pikiran beliau.

Entah kenapa kemudian aku teringat masa-masa tahun kesedihan Rasulullah saw saat Khadijah ra., sang istri tercinta dan paman beliau Abu Thalib meninggal dunia di tahun yang sama. Kesedihan itu kemudian diobati dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Sebagai manusia bisa jadi Nabi Muhammad saw juga mengalami "black hole". Tapi masa-masa kesedihan itu kemudian tidak lagi terlihat di Madinah. Meski rasa cinta kepada Khadijah ra. tidak pernah pudar.

Di kalangan sahabat, hampir pasti bisa kau temui para sahabat mulia yang memiliki kompetensi di pemerintahan, hukum dan kekayaan berpoligami. Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan berpoligami. Dan bisa jadi karena itu, stamina dalam berjihad, dalam melaksanakan amanah kepemimpinan tetap terjaga.

Bayangkan bila seorang pemimpin dalam situasi kenegaraan kemudian mengalami "black hole", meski tetap manusiawi, ada potensi masalah besar yang muncul. Tidak hanya pemimpin negara, bagi siapapun yang berada dalam tanggung jawab dan tekanan besar, "black hole" berbahaya.

Dan dengan pendamping hidup yang lebih dari satu kemungkinan "black hole" bisa diminimalkan. Karena meski laki-laki memiliki kekuatan, mengelola emosi dan cinta secara umum masih menjadi kelemahan. Mereka, para lelaki, butuh wanita untuk membantu mengelola emosi dan mengisi hati mereka.

Dan bila satu wanita yang mengisi hidup mereka bertahun-tahun tidak lagi bersama, maka pasti ada kekosongan yang tadinya terisi cinta. Dengan poligami, kekosongan ini bisa terobati oleh cinta istri yang lain.

Tapi sesuai judulnya, pendapatku ini hanya sebuah kemungkinan. Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Tapi ini juga bisa menjadi kemungkinan solusi bagi mereka yang memiliki tanggung jawab dan tekanan besar dalam aktivitas kesehariannya yang membutuhkan kestabilan dalam menunaikan amanah.

Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s