Bisa Jadi Aku Tidak Tahan Banting, Bagaimana Kamu?


Suatu ketika, aku bersama istri tercintaku mengalami kecelakaan. Sepeda motor yang kami kendarai bersenggolan dengan sepeda motor lain. Dan ketika kami berdua terjatuh, istriku dengan sigap segera berdiri dan mulai menceramahi pengendara yang motornya bersenggolan.

Sementara aku sendiri, entah, aku tidak tahu apa yang kupikirkan saat itu. Aku berdiri dan bergerak sangat lambat kata istriku. Hal ini juga membuatnya khawatir. Meski hanya luka lecet, aku tidak tahu mengapa ketika itu aku sepertinya linglung.

Beberapa waktu yang lalu aku membaca sebuah temuan yang menarik. Seorang peneliti ingin mengetahui ketangguhan para calon pasukan khusus Amerika. Maka ia membuat sebuah kuesioner untuk mengetahui apakah seseorang tegar dalam krisis atau tidak.

Pertanyaan yang ia ajukan sebenarnya untuk mengetahui apakah seseorang mengalami gejala disosiasi, sebuah gejala yang seakan-akan jiwanya terpisah dari tubuh. Beberapa pertanyaan tersebut antara lain berikut ini?

(1) Pernahkah kau merasa bergerak dengan sangat lambat? (2) Pernahkah kau merasa seakan-akan berada dalam dunia yang tidak nyata atau seperti dalam mimpi? (3) Pernahkah kau merasa terpisah dari apa yang sedang kau alami seperti sedang melihat film atau pertunjukan? (4) Dalam situasi genting seperti apakah kau mengalami ketiga hal tersebut?

Bila seorang calon pasukan khusus atau baret hijau Amerika menjawab ya pada ketiga pertanyaan tersebut selama masa pelatihan, maka bisa diprediksi bahwa ia tidak akan lulus sebagai baret hijau. Meski hanya sebagian kecil dari kuesioner yang dibuat, tapi empat pertanyaan itu bisa memberi gambaran yang mudah tentang katangguhan seseorang dalam situasi krisis.

Pertanyaan di atas juga bisa kau gunakan untuk dirimu. Pernahkah kau mengalami ketiga kejadian di atas? Dalam kondisi apa kau mengalaminya? Bila terjadi dalam aktivitas sehari-hari, maka kemungkinan besar batas toleransimu terhadap stres masih kecil. Kau mudah terganggu dan tidak tahan terhadap tekanan yang besar.

Ketika aku mengalami kecelakaan, aku sepertinya mengalami gejala disosiasi. Tapi untungnya aku tidak mengalami gejala itu dalam aktivitas normal sehari-hariku. Bagaimana dengan dirimu?

Sumber: The Unthinkable – Who Survives When Disaster Strikes – And Why?

One thought on “Bisa Jadi Aku Tidak Tahan Banting, Bagaimana Kamu?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s