Jangan Pilih-Pilih Teman atau Pilih Teman


Pagi ini, ada sesuatu masuk dalam pikiranku. Ketika membaca kisah pemuda Al Kahfi aku tertarik bagaimana cara mereka bergaul dengan orang lain. Mereka tidak pilih-pilih teman tapi sekaligus memilih teman. Bagaimana caranya?

Bagi yang belum tahu kisahnya, ini terjadi pada kaum Bani Israil. Kalau tidak salah, setelah masa kenabian Nabi Isa as.

Para pemuda ini awalnya tidak tahu satu sama lain. Nah, dalam satu tahun ada perayaan besar agama. Kaum Bani Israil ketika itu sudah banyak menyimpang. Mereka menyembah berhala yang dilarang oleh Nabi Isa as.

Saat rangkaian upacara digelar, terlihat ada beberapa orang memisahkan diri dari rombongan masing-masing. Mereka tanpa kode dan janjian keluar dari rombongan.

Seseorang melihat ada orang lain yang memisahkan diri. Dia menyapa orang tersebut. Lalu ia ingin tahu kenapa memisahkan diri. Ternyata jawabannya sama dengan alasan dirinya memisahkan diri. Mereka tidak sepakat dengan syirik yang dilakukan kaumnya.

Beberapa orang lain juga terlihat melakukan hal yang sama. Dari orang-orang yang memisahkan diri inilah terbentuk pemuda kahfi.

Hikmah dari kisah tersebut seperti ini. Ada saran agar tidak pilih-pilih teman. Ada juga saran agar memilih teman. Lalu yang mana yang dipilih dan mana yang ditinggalkan?

Para pemuda Kahfi memberi contoh yang jelas. Dalam pergaulan sehari-hari mereka tidak pilih-pilih. Tapi saat orang-orang di sekitar mereka berbuat maksiat, mereka memisahkan diri.

Kau boleh bergaul dengan siapapun, tapi saat teman bermaksiat kau harus menghindar. Hal ini meyakinkan temanmu bahwa kau tidak pilih-pilih teman. Mereka akan sangat menghargai hal itu.

Tapi, mereka juga tahu bahwa kau orang yang punya prinsip. Saat mereka malas sholat berjamaah, sementara kau tidak, mereka tahu bahwa sholat berjamaah itu penting bagimu melebihi pertemananmu. Dan aku yakin mereka juga akan menghargai itu.

Bila kau tidak ingin mendapat bau asap pandai besi, datanglah saat mereka tidak bekerja. Bila kau ingin tetap mendapat teman tapi tidak terpengaruh kejahatannya, jangan berkumpul saat mereka berbuat jahat.

Wallahu a’lam.

4 thoughts on “Jangan Pilih-Pilih Teman atau Pilih Teman

  1. Seperti seleksi alam ya mas. Bertemanlah dengan semua tapi dengan pergaulan sehari-hari kita makin tahu dan akhirnya akan tahu siapa yang patut siapa yang gak. Gitukah?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s