Siapa yang Mendholimi akan Didholimi


Sekilas mahfudzot ini berbicara tentang karma. Yang berbuat jahat suatu saat akan mendapat balasan. Tapi ketika mencari kata dholim atau menganiaya dalam Al Quran, mahfudzot di atas memiliki makna yang lebih dalam.

Sebagian besar kata dholim di Al Quran selalu dalam kumpulan kata "menganiaya diri sendiri." Di kisah Nabi Musa as., umat beliau sebenarnya telah mendapatkan makanan terbaik dari Allah langsung, manna dan salwa. Tapi mereka malah ingin makan makanan lain. Mereka ini menukar sesuatu yang baik dengan sesuatu yang buruk. Mereka menganiaya atau mendholimi diri sendiri.

Atau dalam kisah Nabi Shalih as. Umatnya telah diberitahu bahwa unta adalah mukjizat yang mereka inginkan sebagai bukti kebenaran risalah. Tapi mereka malah "ndableg". Mereka membunuh unta tersebut. Maka diadzablah mereka. Dan ini dalam bahasa Al Quran adalah menganiaya atau mendholimi diri sendiri.

Di kisah-kisah lain juga menunjukkan hal yang sama. Manusia yang sebenarnya telah diberitahu mana yang benar dan salah. Mereka pun secara logika sudah mengetahui kebenaran tersebut. Tapi walau sudah tahu mereka malah berbuat yang menyalahi kebenaran.

Di akhir diskusi para penyembah berhala yang menanyai Ibrahim as. siapa yang menghancurkan berhala, mereka menemukan kebenaran. Bila berhala yang mereka sembah tidak melihat atau mendengar, maka tidak layak berhala itu disembah.

Sesaat mereka sadar akan hal itu. Namun beberapa saat kemudian mereka malah membakar Ibrahim as. Mereka mengingkari kebenaran itu sendiri. Mereka menganiaya atau mendholimi diri sendiri.

Aku dan kamu juga mungkin melakukan hal ini, menganiaya diri sendiri. Sudah tahu bahwa yang kulakukan salah, tapi tetap saja aku juga melakukan. Kau sudah tahu bahwa yang kau lakukan salah, tapi tetap saja kau lakukan.

Maka sebagaimana Adam as. yang telah berbuat salah, mari mengakui seringnya kesalahan yang telah aku dan kamu lakukan. "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri, maka jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami.maka pastilah kami menjadi golongan orang-orang yang merugi."

Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s