Sudahkah Lepas Tanggung Jawabku?


"Biarkan saja Ahok dengan sertifikasi PSK-nya. Toh nanti khan tanggung jawabnya sendiri. Gak usah ikut banyak meributkan. Kalau sudah mengingatkan ya sudah." Begitu kurang lebih kesimpulan salah satu opini di status Pak Tifatul soal lokalisasi prostitusi.

Apakah benar semudah itu tanggung jawab seseorang? Ketika mengingatkan satu kali dan tidak digubris kemudian sudah lepas tanggung jawab? Bila memang demikian, Rasulullah saw tidak perlu menghampiri paman beliau Abu Thalib saat mendekati ajal.

Dan bila memang cukup sekali mengingatkan, Nabi Musa as tidak perlu mendoakan Fir’aun dan kaumnya agar terhindar dari azab sebanyak tujuh kali berturut-turut.

Tapi Rasulullah tetap mendakwahi Abu Thalib sampai wafatnya. Nabi Musa as juga tetap mendakwahi Fir’aung dan kaumnya yang membangkang. Begitu juga dengan contoh-contoh Nabi Allah yang lain. Nabi Yunus yang memutuskan untuk mencukupkan tanggung jawab malah diingatkan Allah dengan ditelan ikan.

"Tidak ada paksaan dalam agama", inilah yang sering jadi.alasan. Tapi ini bukan satu-satunya prinsip dalam dakwah. Ada prinsip mereka yang melakukan kejahatan sekecil apapun akan tetap dihitung dan dibalas. Sebagaimana mereka yang melakukan kebaikan sekecil apapun tetap dihitung dan dibalas.

Apakah cukup sekali mengingatkan? Kalau orang yang diingatkan tidak bergeming berarti sudah. Itu hitungan tanggung jawab manusia. Tapi hitungan Allah belum tentu sama.

Bila punya akun twitter, apakah dengan men-twit sekali sudah menggugurkan tanggung jawab? Sementara ada orang lain yang juga mengingatkan kemudian dinasihati agar jangan ikut campur. Kalau buruk khan urusan orang itu dengan Allah.

Bagaimana bila nanti dihisab lalu kau ditanya "Mengapa kau menyuruh orang agar tidak mengingatkan orang lain? Padahal orang lain itu melakukan kesalahan." Dan ketika itu bukan mulutmu yang menjawab. Sedetil-detilnya kejadian dalam hidupmu akan ditunjukkan.

Aku sih ngeri. Aku cuma bisa beristighfar, meminta ampunan Allah. Semoga nasihatku, kicauanku dan apa yang tertulis menjadi pemberat amal kebaikanku. Wallahu a’lam.

One thought on “Sudahkah Lepas Tanggung Jawabku?

  1. وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

    “Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.” [QS.Al-A’raf:164]

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s