Bagaimana Rasanya Hidup tanpa Rasa Sakit?


Jawabnya tidak enak. Sungguh sangat tidak enak. Tidak percaya? Tanyakan saja kepada mereka yang mengalami Congenital Analgesic. Mereka ini tidak merasa sakit. Tapi mereka malah rentan bahaya.

Bagaimana tidak. Ketika tulang kaki patah, mereka tidak merasakannya. Mereka baru sadar ketika keluarga mengingatkan dan membawa mereka ke dokter. Belum lagi kejadian-kejadian lain yang malah membahayakan nyawa.

Tidak merasakan sakit itu bukan sebuah keunggulan, tapi sebaliknya sebuah kekurangan. Karena ketika tidak ada sakit, tidak ada yang mengingatkan bahaya.

Manusia ketika merasa sakit secara tidak sadar sudah mengetahui apa itu bahaya. Dan dengan pengetahuan itu ia akan belajar. Belajar menghindari atau belajar mengatasi.

Tapi bagi mereka yang tak merasakan sakit, apa yang harus mereka atasi? Kenapa mereka harus belajar?

Bila sebuah mahfudzot mengatakan "hancurlah orang yang tidak tahu kadarnya". Aku menganggap kadar yang dimaksud adalah batasannya. Mereka yang tidak sadar akan batasan seperti rasa sakit akan hancur. Banyak musibah yang sebenarnya bisa dihindari.

Rasa sakit itu adalah batasan manusia. Dengan rasa sakit manusia bisa berhati-hati, menghindari atau mengatasi. Tanpa sakit yang ada hanya kehancuran. Bagaimana menurutmu Kawan?

One thought on “Bagaimana Rasanya Hidup tanpa Rasa Sakit?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s