Apa yang Harus Para Pemain Ludruk Lakukan?


Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah berita miris di Jawa Pos. Pemain ludruk di Surabaya hanya mendapat 10 ribu rupiah setiap kali tampil. Sebuah kesenian yang ketika aku kecil menjadi idola kini harus tersingkir.

Memang tidak semua kesenian tradisional tenggelam di dunia modern. Ada campur sari yang sempat besar dengan lagu-lagu dari Manthous. Tapi setelah sang maestro meninggal, campur sari ikut tenggelam.

Dalam kasus campur sari, ketika banyak orang gandrung dengan campur sari, banyak kelompok campur sari menuai berkah. Banyak orang yang mem-booking mereka. Meski kelompok tersebut tidak ada kaitannya dengan Manthous.

Bagaimana dengan wayang golek? Apakah dengan Sule mengangkat pamornya, pewayang golek juga mendapat keuntungan? Dan mungkinkah ludruk juga diangkat dengan cara yang sama? Siapakah tokoh yang bersedia mengangkat pamor ludruk? Atau adakah cara lain agar ludruk bisa berjaya? Adakah cara agar pemain ludruk bisa makan dari ludruknya?

Kelompok ludruk dulu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan guyonan yang dikenal oleh masyarakat. Kartolo, Basman, Kancil, Agus Kuprit adalah sebagian kecil tokoh ludruk yang melegenda. Tapi saat masyarakat berubah, nyatanya penampilan ludruk tetap sama.

Semakin banyak anak muda yang tidak paham dengan ludruk. Maklum, mereka kini mendapat hiburan lebih banyak dengan ujung jari. Parikan juga kini makin jarang diperdengarkan. Maka lengkaplah sudah penderitaan ludruk.

Bila Reza Rahardian bersedia mengangkat pamor Srimulat yang redup ke layar kaca, maka adakah "Reza Rahardian-nya" ludruk?

Aku mengusulkan agar ludruk mulai dikenalkan dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Bisa dengan kompetisi parikan, bisa juga dengan memudahkan nada-nada gamelan yang menemani parikan.

Pertanyaan intinya, bagaimana para seniman atau pemain ludruk memberikan manfaat hiburan yang bisa dinikmati dengan mudah? Karena saingan mereka kini bukan seni pertunjukan lain. Perubahan masyarakat tentang arti hiburan yang menjadi tantangan besar mereka.

Menurutmu bagaimana Kawan? Apa yang harus para pemain ludruk lakukan?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s