Apa Benar “Surgo Nunut Neroko Katut”?


Di kalangan keluarga Jawa, prinsip "surgo nunut neroko katut" (suami masuk surga istri ikut, suami masuk neraka istri juga terbawa) sangat kental. Seakan-akan bagi seorang istri, ketaatan kepada suami adalah segala-galanya. Dan surganya wanita sangat tergantung oleh pasangannya.
Tapi tidak demikian dalam Islam. Di akhir surat At Tahrim, ada kisah tentang empat orang wanita yang berbeda kondisi di dunia dan akhirat.

Yang pertama, Allah memberi contoh tentang istri dua orang nabi, Nabi Nuh dan Nabi Luth. Dua wanita ini mendapatkan keistimewaan yang luar biasa. Mereka menjadi pendamping utusan Allah. Tapi akhir kehidupan mereka tidak sebaik kelihatannya.

Menjadi pendamping Nabi, mereka berdua malah mendurhakai Allah. Mereka menentang Allah dan RasulNya. Maka ketika adzab menghantam para pelaku maksiat, mereka tidak termasuk yang diselamatkan.

Yang kedua, Allah menunjukkan contoh seorang perempuan beriman yang menjadi istri orang paling dholim sedunia, Fir’aun. Ternyata ada wanita beriman yang mendapatkan ujian dengan pasangan yang bermaksiat kepada Allah. Dan meski berpasangan, akhir keduanya juga berbeda. Fir’aun mati dalam keadaan kafir sementara sang istri yang beriman dijanjikan surga.

Terakhir, seorang wanita beriman yang dituduh melakukan maksiat. Gara-garanya, ia memiliki anak tanpa ayah. Namanya adalah Maryam. Sangat berat tentu perasaan Maryam mendapatkan ujian seperti ini. Ia yang sangat menjaga kesucian telah mendapat tatapan miring. Orang-orang telah menuduhnya yang bukan-bukan. Tapi Maryam yang dituduh bermaksiat ternyata dijanjikan surga.

Kawan, "surgo nunut neroko katut" itu bukan tuntunan. Dalam Islam, tiap manusia dihitung amalnya masing-masing. Bila si wanita bermaksiat, meski pasangannya Nabi, ia tetap mendapat balasan sesuai dengan kejahatannya. Sebaliknya, meski si pria pelaku kejahatan, belum tentu pasangannya penjahat pula.

Dan berhati-hatilah dalam menuduh. Siapa tahu yang kau tuduh ternyata memiliki akhir yang lebih baik dari dirimu. Lihatlah kekurangan diri, bukan kekurangan orang lain.

Tapi juga jangan berlebihan. Jangan memancing orang lain berburuk sangka kepada kita. Rasulullah saw saja harus menjelaskan kepada orang lain ketika ada seorang wanita berjalan bersama beliau bahwa wanita itu adalah istri beliau.

Surga hanyalah milik Allah. Maka hanya kasih sayang Allah saja yang menyebabkan seorang manusia mendapatkan surga. Kau dan aku di dunia ini hanya berusaha mendapatkan kasih sayangNya. Wallahu a’lam.

3 thoughts on “Apa Benar “Surgo Nunut Neroko Katut”?

  1. Surgo nunut neroko katut itu filsafat jawa hanya berlaku di dunia. Bila suami hidupnya sejahteta di dunia ini tentu istrinya ikut menikmatinya. Contoh suaminya menjabat lurah maka istrinya dipanggil bu lurah. Sebaliknya istrinya menjabat lurah maka suaminya tidak dipanggil dg sebutan pak lurah.
    Demikian juga bila suaminya sengsara hidupnya didunia ini istri ikut merasakannya.
    Iki jarene si mbah ku lo ya.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s