Muslim Rohingya bisa Meniru Negro Amerika di Selma


Selma, sebuah kota yang menjadi titik perlawanan Negro Amerika untuk mendapatkan hak pilih. Jalan yang mereka tempuh bisa menjadi inspirasi bagi perjuangan muslim Rohingya.

Yang jelas, perjuangan Negro Amerika tidak menggunakan kekerasan. Karena bila melawan menggunakan kekerasan hal itu malah menjadi alasan untuk menghukum dengan tuntas.

Ketika rombongan demonstran Negro Amerika melewati jembatan untuk keluar dari Selma, polisi kulit putih telah siap menghadang dengan cambuk dan alat pukul menghadang mereka. Dan bisa diperkirakan selanjutnya. Semua.demonstran dihajar habis-habisan. Baik itu pemuda, ibu-ibu bahkan manula, tidak ada yang selamat begitu saja.

Dalam kondisi seperti ini, balik melawan memang menggoda. Tapi bila itu terjadi. Bila satu orang negro membunuh satu orang kulit putih, besoknya, satu desa orang negro akan dibunuh.

Yang kedua, gerakan yang dimulai dari Selma ini bukan bertujuan untuk menyadarkan sesama negro lain. Sebaliknya, gerakan ini malah bertujuan untuk menyadarkan orang kulit putih. Kenapa demikian?

Kalau yang sadar adalah orang negro, yang terjadi adalah perlawanan yang makin besar dan menjurus anarkis. Karena memang demikianlah orang tertindas yang bersatu. Mereka ingin menuntut balas. Dan ini akan banyak menimbulkan korban jiwa.

Tapi bila yang sadar adalah orang kulit putih, kejadiannya akan jauh berbeda. Ketika orang kulit putih makin banyak yang tahu dan sadar bahwa ada manusia yang merdeka tapi diperlakukan semena-mena bahkan tak boleh memilih wakilnya di parlemen, bukan permusuhan tapi kesatuan atas nama kemanusiaan.

Dan ketiga, karena tujuannya untuk menyadarkan orang kulit putih, maka harus ada saluran media yang meliput gerakan ini. Dan penayangannya harus terus menerus. Sebelum demonstran damai bergerak dari Selma, banyak aktivitas gerakan ini telah muncul di media yang ada waktu itu terutama koran dan TV.

Terbukti, setelah pada uji coba pertama yang mendapat perlawanan kekerasan polisi kulit putih. Pada demonstrasi damai kedua dan ketiga, banyak orang kulit putih yang ikut bergabung.

Maka dari kisah perjuangan Martin Luther King lewat Selma, ada tiga strategi perjuangan yang bisa ditiru oleh muslim Rohingya. Sadarkan para warga Budha dan manusia pada umumnya bahwa ada manusia yang selalu berada dalam keadaan tertindas.

Dua, caranya, jangan gunakan kekerasan. Karena kekerasan hanya akan meningkatkan kekerasan, bukan penyelesaian. Dan ketiga, dan ini yang sangat menentukan, membuka kebebasan pers di Myanmar. Selama tidak ada media yang bersedia mengangkat kisah mereka, berat rasanya meningkatkan kesadaran manusia. Wallahu a’lam

Bagaimana menurutmu Kawan?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s