Risiko Berbisnis Itu Besar atau Kecil?


"Nggak usah bisnis, risikonya besar.." Pernyataan seperti ini pasti sudah sering kau dengar. Banyak yang akhirnya setelah mendengar hal ini berulang kali kemudian berpikir ulang, ragu-ragu.

Risiko sendiri berarti besar atau kecilnya kemungkinan terjadi sesuatu yang membahayakan. Bila risiko besar berarti kemungkinan terjadinya bahaya besar. Begitu juga sebaliknya.

Dengan definisi itu, manakah yang lebih besar risikonya antara murid SD dan mahasiswa bila menyetir mobil? Tentu saja murid SD.

Antara mahasiswa dan sopir bus, mana yang lebih besar risikonya ketika menyetir mobil? Kali ini tentu saja mahasiswa yang lebih besar risikonya.

Begitu juga dengan aktivitas lainnya. Kau akan melihat sebuah pola yang sama. Ada risiko yang lebih besar di satu pihak tapi menjadi kecil bagi pihak lain, meski aktivitasnya sama.

Maka berbisnis, menjadi karyawan atau investasi nilainya sama tapi risikonya berbeda bagi orang yang berbeda. Ada yang lebih besar ada yang lebih kecil.

Pertanyaannya bukan risikonya, tapi kau yang melakukannya. Apakah kau punya kemampuan untuk mengecilkan risikonya?

Ada sebuah cerita. Aku tidak tahu benar atau tidaknya. Tapi cerita ini bisa memberi gambar jelas soal risiko.

Suatu ketika seorang pengusaha heran. Ia seperti melihat anak salah seorang rekan bisnisnya bekerja menjadi tukang cuci motor. "Padahal bapaknya kaya raya."

Tapi yang tidak diketahuinya, si anak muda ini sedang mengecilkan risiko. Ia ingin berbisnis cuci motor. Tapi karena belum tahu sama sekali tentang bisnis itu ia nekat "belajar" dengan menjadi buruh cuci motor.

Dan benar, setelah beberapa bulan "belajar" bisnis cuci motor ia keluar. Ia mendirikan sendiri bisnis cuci motor. Ia yang dulu tidak memiliki pengetahuan tentang cuci motor punya risiko besar bila terjun dalam bisnis cuci motor.

Tapi setelah berbulan-bulan "belajar" risikonya semakin kecil. Dan akhirnya ketika ia sudah ahli soal cuci motor, risiko bisnis cuci motor menjadi sangat kecil baginya.

Apapun pekerjaan yang kau lakukan, bisnis apapun yang kau geluti atau investasi apapun yang kau dalami, risikonya tergantung dirimu. Sudahkah kau menjadi expert atau ahli di dalamnya? Bila belum, apa yang akan kau lakukan untuk menurunkan risiko? Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s