Apa Kata Psikolog Barat Soal “Tidak Semua yang Mengkilat itu Emas”?


Two Pence//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

Tidak semua yang mengkilat itu emas. Ternyata ini juga berlaku di Barat. Aku sering menyangka bahwa yang namanya gaya hidup mewah itu berasal dari Barat. Tapi ternyata tidak. Keinginan menjadi kaya, terkenal dan disanjung banyak orang itu adalah keinginan manusia.

All that glitters isn’t gold. Kurang lebih itu yang diucapkan oleh Heidi Grant Halvorson, Ph.D. dalam bukunya Succeed. Buku ini sangat mengesankan bagiku karena mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam keseharianku sebagai manusia.

Kembali dalam topik bahasan. Ada tujuan-tujuan yang jika tercapai akan membuat manusia bahagia. Tapi ada juga keingingan-keinginan manusia yang jika tercapai ternyata malah membuat sengsara, stres.

Paling tidak ada tiga hal dasar yang membuat manusia bahagia dalam Ilmu Psikologi. Yang pertama adalah relatedness, atau keterikatan manusia dengan makhluk lain. Berikutnya adalah competency, atau kemampuan manusia menyelesaikan masalahnya. Dan ketiga adalah freedom atau kebebasan.

Bila hal-hal yang kita lakukan adalah untuk mencapai tiga hal di atas, normalnya, manusia akan merasa lebih bahagia. Dan bila ketiga hal di atas tidak dijumpai, maka manusia akan merasa tertekan hidupnya.

Seringnya saat orang merasa tidak atau kurang dicintai, tidak mampu memiliki keahlian untuk memecahkan masalah dan tidak memiliki kebebasan untuk memilih, ia akan mencari tujuan lain.

“Bila aku tidak dicintai, maka aku akan menjadi kaya, dan dengan begitu akan ada banyak orang yang mencintaiku. Bila aku tidak bisa menyelesaikan masalahku, aku tinggal meminta orang lain menyelesaikan masalahku, makanya aku harus jadi orang terkenal. Dan seterusnya.”

Makin orang fokus untuk menjadi kaya, terkenal dan punya banyak pengaruh, ia akan disibukkan dengannya. Tujuan yang bisa membuatnya bahagia justru akan semakin jauh darinya. Itulah kenapa tujuan-tujuan ini menjadi tujuan yang mengkilat, menyilaukan tapi sebenarnya tidak berharga.

Dan hal-hal seperti ini, dengan bantuan sinetron-sinetron yang hanya mempertontonkan nikmatnya jadi orang kaya, terkenal, punya pengaruh, membuat orang semakin ingin meraihnya. Dan makin orang ingin meraihnya semakin orang tidak bahagia.

Ironi, di saat orang banyak mengejar kekayaan, ketenaran, pengaruh, ternyata hal-hal seperti itu malah membuatnya sengsara. Kepuasan batinnya tidak tercukupi, kebahagiaan tidak bisa dirasakan.

Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya, terkenal dan punya pengaruh. Hanya saja itu bukan tujuan utama. Itu hanya menjadi sarana. Hubungan yang baik dengan makhluk yang lain, kemampuan menyelesaikan masalah, dan kebebasan memilih membuat manusia lebih bahagia.

Ternyata, apa yang sudah digariskan oleh Islam berabad-abad yang lalu, juga diamini oleh para ilmuwan sekarang. Kekayaan saja tidak bisa menghadirkan cinta. Ketenaran semata tidak bisa menyelesaikan masalah hidup. Dan pengaruh terkadang malah membelenggu orang.

Lalu bagaimana dengan tujuanmu? Sudahkah aktivitas-aktivitasmu membangun hubungan yang baik? Adakah aktivitasmu yang membantumu menguatkan kompetensimu? Seberapa banyak kegiatanmu yang kau pilih karena kau menginginkannya? Wallahu a’lam

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s