Apa Benar Tujuan Sampeyan Sudah Didesain dengan Sadar?*


gambar diambil dari roryvaden.com

Kenapa orang ingin meraih cita-cita atau tujuan tertentu seringkali disebabkan oleh kemampuan yang dimiliki sekarang. Orang yang kemampuan fisiknya bagus, ingin menjadi atlet. Orang yang pandai di matematika ingin jadi ilmuwan.

Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi apakah orang yang kemampuan fisiknya bagus sudah ditakdirkan? Apakah orang yang pandai matematika, bakatnya sudah ditentukan sejak lahir oleh faktor genentiknya?

Di studi Psikologi ternyata ada dua aliran yang berbeda. Yang pertama adalah yang mengatakan bahwa orang itu sudah ditentukan bakatnya. Apapun yang dilakukan oleh orang tersebut, bila ia tak berbakat, tak akan ada hasil signifikan yang diperoleh. Aliran yang kedua, sebaliknya, bahwa kemampuan itu bisa dikembangkan.

Dua perbedaan ini membuat cara berpikir yang berbeda. Mereka yang meyakini bahwa bakat, kepribadian dan kemampuan mereka sudah ditentukan ketika ingin meraih tujuan tertentu hanya sekedar mencari pembenaran.

Contoh, bila sampeyan yakin bahwa sampeyan punya kecerdasan matematika yang tinggi dan kecerdasan itu tetap, tidak bisa bertambah, untuk bisa berhasil dalam hidup sampeyan harus punya banyak kecerdasan matematika.

Tapi karena kecerdasan tidak bisa bertambah, maka yang bisa sampeyan lakukan adalah mencari pembuktian bahwa sampeyan memang cerdas, atau paling tidak sampeyan harus terlihat cerdas.

Maka orang yang meyakini bahwa kecerdasan itu sudah ditentukan, bila membuat tujuan, sebagian besar untuk membuktikan bahwa mereka cerdas. Mereka menghindari tujuan yang terlalu menantang. Mereka ingin yang aman-aman saja.

Bila dia merasa cerdas di Matematika, dia hanya berani menjawab soal-soal yang menurut dia bisa dikerjakan. Bila dia berhadapan dengan soal-soal yang menurutnya susah dan sulit, dia enggan mengerjakannya.

Sebaliknya yang kedua, yang berpandangan bahwa kemampuan itu bisa dikembangkan, membuat orang yakin bisa meningkatkan kemampuan mereka. Ketika ia membuat tujuan, bukan untuk mencari pembuktian, tapi memang mencari pengalaman dan proses belajar.

Orang-orang seperti ini tidak takut dengan hal-hal yang sulit dan menantang. Kesalahan tidak membuat mereka menjadi orang yang bodoh. Tapi kesalahan menjadi cara untuk belajar.

Sama seperti di SMA, pilih yang mana, nilai yang bagus atau belajar banyak hal? Mereka yang yakin bahwa kecerdasan itu tetap, maka mereka akan memilih nilai yang bagus. Karena buat apa mengerjakan dengan susah payah bila memang hasilnya tidak bagus.

Sebaliknya mereka yang yakin bahwa kecerdasan itu bisa ditingkatkan memilih belajar lebih banyak ketimbang nilai bagus. Karena yang sedang mereka cari adalah ilmu, pengalaman dan cara meningkatkan kemampuan.

Jadi bila sampeyan sekarang ini merasa bahwa kecerdasan atau kemampuan itu sudah tetap dan tidak bisa berubah, kini saatnya berpindah pandangan. Kecerdasan atau kemampuan untuk berhasil dalam hidup itu bisa ditingkatkan kok.

Setelah kita tahu yakin bahwa kemampuan atau kecerdasan bisa ditingkatkan, pertanyaan selanjutnya soal sukses meraih tujuan adalah, apakah tujuan itu sampeyan buat dengan sadar atau tidak?

Sampeyan pasti menjawab, “Ya jelas, tujuan yang saya rencanakan dengan proses yang sadar. Mempertimbangkan, kondisi, kemampuan dan berbagai pilihan dalam tujuan tersebut dengan logis, kemudian saya memilih A atau B dan seterusnya.”

Tapi apakah benar begitu? Padahal sebenarnya tidak. Sebagian besar tujuan yang sampeyan miliki ternyata muncul dengan tidak sadar. Karena bagi manusia makin tidak sadar melakukan sesuatu, semakin ahli dia.

Contoh, pemain sepak bola yang bagus tidak berpikir terlalu lama apa yang harus ia lakukan dengan bola yang ada di kakinya. Bahkan sepertinya sudah menjadi insting. Semakin ahli, semakin otomatis aktivitasnya.

Sebagaimana ketika sampeyan pulang, seringkali tanpa sadar, tahu-tahu sudah di rumah. Ini semua dilakukan tanpa sadar, karena saking seringnya kita lakukan. Walaupun sampeyan tidak memerintahkan otak, tubuh sudah bekerja membawa sampeyan pulang ke rumah.

Siapa yang menentukan bahwa sampeyan ingin pulang? Pikiran sampeyan yang menentukan dengan memperhatikan lingkungan sekitar. Teman sekantor sudah check log, waktu sudah sore.

Secara tidak sadar, pikiran sampeyan memberi kode bahwa ini sudah waktunya pulang, sampeyan harus pulang. Ada trigger, pemicu yang membuat pikiran sampeyan bekerja.

Maka kondisi lingkungan sangat mempengaruhi pikiran tidak sadar sampeyan. Setelah membaca cerita tentang kisah Uwais Al Qarni, sampeyan tidak sadar ingin menjadi anak yang lebih berbakti kepada orang tua.

Ketika melihat gambar Cristiano Ronaldo bermandikan keringat berolahraga, sampeyan merasa bersemangat berolahraga. Ini semua bekerja dalam pikiran sampeyan dengan tidak sadar.

Dengan kondisi ini, sampeyan bisa memanfaatkan pikiran tidak sadar itu. Isi dan dekorasi lingkungan sekitar sampeyan dengan hal-hal yang bisa membuat sampeyan bersemangat sesuai dengan tujuan yang ingin diraih. Wallahu a’lam.

*Artikel ini berasal dari bab 2 buku Succeed, How We Can Reach Our Goals yang berjudul Do You Know Where Your Goals Come From? Atau Tahukah Sampeyan dari mana Tujuan Sampeyan Muncul?.

Pada kesempatan kali ini pertanyaan-pertanyaan tentang dari manakah tujuan yang muncul di otak sampeyan berasal. Sebelum menuju ke bab tentang Goal Setting, harus sampeyan sadari dulu bisa jadi ada tujuan-tujuan yang muncul secara tidak sadar dan bisa jadi tidak produktif.

Komentar:

Aku sendiri memahami, memang ada bakat atau kekuatan yang memang sudah diberikan oleh Allah kepada manusia. Tapi ia tidak tetap, bakat bisa berubah naik dan turun sesuai dengan latihan yang dilakukan.

Dan waktu memang yang jadi taruhan, beranikah seseorang mencoba banyak hal kemudian menyimpulkan bahwa dia memang berbakat di sini dan menguatkannya.

Semua orang bisa jadi pemain sepakbola. Tapi tidak semua orang jadi pesepak bola kelas dunia. Semua orang bisa jadi ilmuwan. Tapi tidak semua orang bisa jadi ilmuwan hebat yang diakui dunia.

Komentarku berikutnya adalah tentang pikiran tidak sadar. Siapa bilang poster, iklan dan pesan subliminal ini tidak ada. Di studi Psikologi, hal ini diakui dan bisa dimanfaatkan.

Sampeyan juga bisa memanfaatkannya. Tergantung apa tujuan yang ingin sampeyan raih. Letakkan barang-barang, foto, gambar yang bisa membuat pikiran sampeyan secara tidak sadar memunculkan tujuan atau semangat meraih tujuan.

Gambar kakek-nenek bergandengan tangan di tempat yang sering sampeyan lihat, bisa memunculkan semangat atau tujuan agar selalu berusaha menghadirkan suasana harmonis di keluarga.

Atau cukup memunculkan kalimat ijab kabul yang ditempel di dinding untuk selalu memunculkan tujuan kenapa sampeyan dulu menikah. Dan lain sebagainya tergantung dengan tujuan atau semangat yang ingin sampeyan munculkan.

Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Apa Benar Tujuan Sampeyan Sudah Didesain dengan Sadar?*

    • in sya Allah ada pencerahannya Mas Ilham… sabar yaa, nanti akan ada pembahasan soal bagaimana menghadapi gangguan dalam mencapai tujuan

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s