Pemahamanku tentang “Pay Yourself First” Kini Berubah


Pay Yourself First, atau bayarlah dirimu dulu, ungkapan ini kudapatkan dalam Buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki. Ketika pertama kali membacanya aku bingung. Apa maksud ungkapan ini? Akupun melihat beberapa artikel tentang ungkapan ini.

Selesai membaca buku Kiyosaki dan beberapa artikel, saat itu aku mengartikannya agar aku menikmati gaji atau pendapatanku sebelum menggunakannya untuk kebutuhan. Karena kalau aku gunakan pendapatanku untuk memenuhi kebutuhan, tidak akan ada yang tersisa. Akhirnya aku hanya menikmati sisa-sisa saja, yang biasanya juga tidak bersisa.

Aku juga pernah mendengar ungkapan salah seorang pengusaha tentang ungkapan ini. “Ketika dapat omzet, pay yourself first. Nikmati sebagian uang itu untuk dirimu sebelum habis untuk membayar biaya-biaya usaha.” Aku bingung dengan ungkapan seperti ini. Tapi karena aku juga belum banyak tahu soal bisnis, aku ikut sajalah.

Kini pemahamanku berubah. Aku membaca Buku The Richest Man in Babylonia. Buku ini ditulis di tahun 1920-an, jauh sebelum Kiyosaki lahir. Dalam buku itu ternyata juga ada ungkapan “Pay Yourself First.” Tapi maksudnya sangat jauh berbeda dari menggunakan uang gaji untuk kenikmatan.

Dalam Buku The Richest Man in Babilonia, ketika Arkad, Orang terkaya di Babilonia, masih miskin, ia diminta Algamish, mentornya membayar dirinya dulu ketika dapat gaji. “Lha, bukannya selama ini aku membayar diriku. Aku khan mendapat uang dari kerjaku.” Jawab Arkad.

“Orang umumnya membayar orang lain sebelum membayar dirinya sendiri.” Kata Algamish, mentornya. Arkad bingung dengan ungkapan ini.

“Untuk hidup, bukankah kau butuh makan, butuh tempat tinggal, butuh pakaian? Dan untuk mendapatkan itu, kau harus beli. Maka uangmu akan kau bayarkan ke orang lain. Kau membayar ke penjual makanan, kau membayar ke pemilik kos, kau membayar penjual baju. Kau membayar orang lain” Jelas Algamish.

Lalu seperti apa membayar diri sendiri?

Ternyata membayar diri sendiri adalah menyimpan uang untuk nanti dijadikan sebagai pekerja. Setiap uang yang kau dapatkan, segera simpan 1/10-nya. Inilah artinya membayar diri sendiri, Bukan dengan menikmatinya. Lakukan cara ini setiap mendapatkan uang, maka kau akan punya uang untuk diperkerjakan.

Pay yourself adalah langkah awal membangun kekayaan. Dengan uang yang disimpan, kau akan punya pekerja dalam bentuk uang. Uang itu juga kau simpan lagi untuk kau jadikan pekerja. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s