Jangan Bertanya “Kenapa Cina?”

Mahfudzot yang satu ini sangat terkenal. Bahkan ada yang bilang mahfudzot ini adalah sebuah hadits Rasulullah. Benar atau tidak, mahfudzot ini tetap menarik untuk menjadi pelajaran. "’Uthlubil ‘ilma walaw bishshiiin ", artinya, carilah ilmu walau di negeri Cina. Menurutku, mahfudzot ini mengajak orang untuk tidak membatasi diri dalam mencari ilmu dan mengakui keilmuan orang lain. […]

Kerjakan Saja Dulu

Aku seringkali mempertimbangkan terlalu banyak. Sehingga tak jarang rencana-rencana yang ada malah tak terlaksana. Maka kadang yang penting itu adalah "Kerjakan Saja Dulu". Sebuah mahfudzot berbunyi, "al ‘amalu yaj’alush sho’ba sahlan", yang artinya, amal itu menjadikan yang sulit menjadi mudah. Nah ternyata dalam kondisi kekinian, hal ini dikenal dengan sebutan Progress Principle. Progress Principle adalah […]

Biasa atau Cinta yang Membuatnya Mudah?

Sebuah mahfudzot berbunyi, “Al ‘amalu yaj’alush sho’ba sahlan” yang artinya, amal membuat apa yang susah itu menjadi mudah. Atau paling tidak bahasa gampangnya, bisa karena biasa. Memang terasa sekali bahwa melakukan sesuatu pertama kali pastilah sulit. Pertama kali memasak, pertama kali menulis, dan berbagai aktivitas pertama kali lainnya. Intinya yang pertama kali itu pasti susah. […]

Yang Menolongmu dalam Kedhaliman Sebenarnya Mendholimimu

Ketika awal mendapat mahfudzot ini selalu terbayang contekan. Aku termasuk orang yang tidak punya banyak teman akrab. Salah satu alasannya mungkin karena aku tidak ingin berbagi jawaban dengan teman. Walaupun aku sadar alasanku tidak semulia mahfudzot di atas. Bila mahfudzot di atas mengingatkan agar tidak mendholimi orang lain, niatku tidak memberi jawaban lebih karena jengkel. […]

Apa Sih yang Membuat Orang Jadi Menawan?

Kalau ada yang menjawab dengan wajah yang ganteng dan cantik itu benar. Tapi hanya pada pandangan pertama. Pada pandangan selanjutnya, ketiga, keenam dan kesebelas ada faktor lainnya. Kalau ada yang menjawab karena kekayaannya, itupun benar. Tapi hanya saat ia gemar berbagi dengan yang lainnya. Masih ada syarat lain di luar kekayaan untuk menjadi orang yang […]

Bagaimana Rasanya Hidup tanpa Rasa Sakit?

Jawabnya tidak enak. Sungguh sangat tidak enak. Tidak percaya? Tanyakan saja kepada mereka yang mengalami Congenital Analgesic. Mereka ini tidak merasa sakit. Tapi mereka malah rentan bahaya. Bagaimana tidak. Ketika tulang kaki patah, mereka tidak merasakannya. Mereka baru sadar ketika keluarga mengingatkan dan membawa mereka ke dokter. Belum lagi kejadian-kejadian lain yang malah membahayakan nyawa. […]

Siapa yang Mendholimi akan Didholimi

Sekilas mahfudzot ini berbicara tentang karma. Yang berbuat jahat suatu saat akan mendapat balasan. Tapi ketika mencari kata dholim atau menganiaya dalam Al Quran, mahfudzot di atas memiliki makna yang lebih dalam. Sebagian besar kata dholim di Al Quran selalu dalam kumpulan kata "menganiaya diri sendiri." Di kisah Nabi Musa as., umat beliau sebenarnya telah […]

Pangkal Dosa-Dosa adalah Bohong

Ketika membaca mahfudzot ini teringat sebuah kisah. Seorang sahabat Nabi yang masuk Islam walau dia masih sering berbuat dosa. Nabi hanya berpesan agar ia jujur. "Ternyata Islam itu mudah". Ia hanya diminta jujur. Tapi di akhir kisah, sahabat tersebut mengakui bahwa jujur itu menjadi pokok dalam kebaikan. Kejujuran menangkal segala perbuatan dosa yang ia lakukan. […]

Ukuran Ada Tidaknya Orang Tua

"Yatim itu bukan yang telah meninggal orang tuanya tapi yatim (sejati) adalah yatim ilmu dan budi pekerti." Kawan, aku belum menjadi orang tua. Tapi ketika aku merenungkan mahfudzot di atas, paling tidak judul di atas itulah yang terbayangkan. "Ukuran Ada dan Tidaknya Orang Tua". Apa yang seharusnya berbeda antara ada dan tidaknya orang tua? Mahfudzot […]

Miskin itu Bukan Sebuah Kehinaan

Kawan, seringkali orang menilai bahwa miskin adalah tanda kehinaan, kerendahan derajat. Dan sebaliknya, kaya adalah tanda keberhasilan, kesuksesan. Tapi mahfudzot berikut lain. "Bukanlah aib bagi orang yang fakir, tapi aib itu bagi orang yang kikir." Artinya, kondisi kaya atau miskin itu bukan pertanda kemuliaan atau kehinaan. Karena untuk rizki yang diluaskan atau dicukupkan, adalah ketentuan […]

Tiap Omongan Ada Tempatnya

Dalam kalimat lengkap, mahfudzot ini berbunyi, "likulli maqoolin maqoomun wa likulli maqoomin maqoolun". Yang artinya untuk setiap perkataan ada tempatnya dan tiap tempat ada perkataannya. Yang kupahami dengan mudah maksud mahfudzot ini adalah agar kita menempatkan perkataan tang tepat sesuai dengan tempatnya. Sehingga tidak tepat ketika berada di sekolah yang dibahas adalah hasil pertandingan sepak […]

Sebaik-baik Perkara adalah Pertengahannya

Tidak terlalu cantik dan tidak terlalu jelek, yang sedang-sedang saja. Salah satu lirik lagi dangdut yang pernah tersohor itu juga mengikuti apa yang disampaikan mahfudzot di atas. Dan yang di pertengahan itu juga yang membuat muncul rasa nikmat dalam belajar. Bayangkan saja, belajar yang memunculkan rasa nikmat. Dan ada hubungannya dengan yang di pertengahan. Hal […]