Bagaimana Rasanya Hidup tanpa Rasa Sakit?

Jawabnya tidak enak. Sungguh sangat tidak enak. Tidak percaya? Tanyakan saja kepada mereka yang mengalami Congenital Analgesic. Mereka ini tidak merasa sakit. Tapi mereka malah rentan bahaya. Bagaimana tidak. Ketika tulang kaki patah, mereka tidak merasakannya. Mereka baru sadar ketika keluarga mengingatkan dan membawa mereka ke dokter. Belum lagi kejadian-kejadian lain yang malah membahayakan nyawa. […]

Siapa yang Mendholimi akan Didholimi

Sekilas mahfudzot ini berbicara tentang karma. Yang berbuat jahat suatu saat akan mendapat balasan. Tapi ketika mencari kata dholim atau menganiaya dalam Al Quran, mahfudzot di atas memiliki makna yang lebih dalam. Sebagian besar kata dholim di Al Quran selalu dalam kumpulan kata "menganiaya diri sendiri." Di kisah Nabi Musa as., umat beliau sebenarnya telah […]

Pangkal Dosa-Dosa adalah Bohong

Ketika membaca mahfudzot ini teringat sebuah kisah. Seorang sahabat Nabi yang masuk Islam walau dia masih sering berbuat dosa. Nabi hanya berpesan agar ia jujur. "Ternyata Islam itu mudah". Ia hanya diminta jujur. Tapi di akhir kisah, sahabat tersebut mengakui bahwa jujur itu menjadi pokok dalam kebaikan. Kejujuran menangkal segala perbuatan dosa yang ia lakukan. […]

Ukuran Ada Tidaknya Orang Tua

"Yatim itu bukan yang telah meninggal orang tuanya tapi yatim (sejati) adalah yatim ilmu dan budi pekerti." Kawan, aku belum menjadi orang tua. Tapi ketika aku merenungkan mahfudzot di atas, paling tidak judul di atas itulah yang terbayangkan. "Ukuran Ada dan Tidaknya Orang Tua". Apa yang seharusnya berbeda antara ada dan tidaknya orang tua? Mahfudzot […]

Miskin itu Bukan Sebuah Kehinaan

Kawan, seringkali orang menilai bahwa miskin adalah tanda kehinaan, kerendahan derajat. Dan sebaliknya, kaya adalah tanda keberhasilan, kesuksesan. Tapi mahfudzot berikut lain. "Bukanlah aib bagi orang yang fakir, tapi aib itu bagi orang yang kikir." Artinya, kondisi kaya atau miskin itu bukan pertanda kemuliaan atau kehinaan. Karena untuk rizki yang diluaskan atau dicukupkan, adalah ketentuan […]

Tiap Omongan Ada Tempatnya

Dalam kalimat lengkap, mahfudzot ini berbunyi, "likulli maqoolin maqoomun wa likulli maqoomin maqoolun". Yang artinya untuk setiap perkataan ada tempatnya dan tiap tempat ada perkataannya. Yang kupahami dengan mudah maksud mahfudzot ini adalah agar kita menempatkan perkataan tang tepat sesuai dengan tempatnya. Sehingga tidak tepat ketika berada di sekolah yang dibahas adalah hasil pertandingan sepak […]

Sebaik-baik Perkara adalah Pertengahannya

Tidak terlalu cantik dan tidak terlalu jelek, yang sedang-sedang saja. Salah satu lirik lagi dangdut yang pernah tersohor itu juga mengikuti apa yang disampaikan mahfudzot di atas. Dan yang di pertengahan itu juga yang membuat muncul rasa nikmat dalam belajar. Bayangkan saja, belajar yang memunculkan rasa nikmat. Dan ada hubungannya dengan yang di pertengahan. Hal […]

Sebaik-baik Hartamu adalah yang Bermanfaat Bagimu

Banyak orang tidak sadar bahwa harta yang berharga bukanlah lagi uang. Dan cara yang paling baik dalam menggunakan harta yang paling berharga itu adalah dengan menghabiskannya dan bukan menyimpannya. Kawan, uang sekarang ini bukanlah penentu kekayaan. Karena mencari uang kini tidak lagi sesulit dulu. Penentu kekayaan juga bukan rumah, mobil, atau kekayaan fisik lainnya. Lalu […]

Katakan yang Benar Walaupun itu Pahit

Pepatah atau mahfudzot ini tidak hanya ada di Indonesia atau di Arab saja. Tapi ada di berbagai belahan dunia. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku ini adalah perilaku yang mulia di semua budaya. Pertanyaan yang ingin kuajukan pada pepatah ini adalah, "Siapkah kau menghadapi pahitnya?" Karena banyak orang menganggap perilaku ini adalah perilaku yang penuh dengan […]

Tidak Menjawab atas Orang yang Bodoh adalah Jawaban

Dulu aku mengira mahfudzot ini mengajarkan agar tidak menghiraukan pertanyaan dari orang yang bodoh. Setiap kali ada pertanyaan dari orang yang bodoh, lebih baik tidak dijawab. Karena kalau dijawab mereka juga tidak akan mengerti. Baru di kehidupan nyata aku memahaminya. Meninggalkan jawaban tidak selalu jadi jawaban. Tapi ia menjadi salah satu jawaban yang bisa aku […]

Buah Kelengahan adalah Penyesalan dan Buah Kecermatan adalah Keselamatan

Ada dua kata yang menarik dalam mahfudzot di atas. Yang pertama adalah “at-tafriith” yang diartikan sebagai kelengahan. Dan yang kedua adalah “al-hazm” yang diartikan sebagai kecermatan. Bila dicari asal katanya, maka padanan kata “al-hazm” yang lebih cocok adalah “mastery.” Sementara “at-tafriith” adalah lawan makna dari “al-hazm.” Jadi bila digabungkan kembali mahfudzot di atas menjadi kurang […]

Jika Akal Sempurna, Sedikit Bicara

Mahfudzot ini bukan bicara soal diam itu emas dan bicara itu perak. Tapi kesederhanaan dalam berkata adalah ciri keahlian seseorang. Sebaliknya, banyak bicara adalah tanda kurangnya ilmu yang dipunya. Kalau bahasa mendiang Steve Jobs, "simplicity is the ultimate sophistication." Kesederhanaan adalah kerumitan yang paling tinggi. Semakin sederhana, semakin tinggi ilmunya. Dan ini berlaku di mana-mana […]